Friday, April 12, 2013

Celana dal_m Soimah



Saya kuatir setelah nulis artikel ini saya bisa dikeroyok sama para pengusaha bakso… tapi yang saya tulis dibawah ini hanya celotehan iseng saya dan teman-teman kantor kok, dan bukan sama sekali untuk bermaksud memojokkan siapapun.

Habis makan siang seringnya saya ‘nenangga'  ke ruang sebelah, ruang kerjanya Internal Sales yang berisi  7 orang karyawan, most of them cewek.  Eh sebenernya bukan hanya pas abis makan siang aja sih.. saya juga sering bolak-balik ke situ untuk 'buang air'. .. hahahah…maksudnya 'membuang air' dalam arti kata yang sesungguhnya, saya membuang air panas bekas ngocokin cangkir teh saya supaya steril sebelum digunakan. Sebab diruangan saya kurang lengkap fasilitasnya,  … cuma ada kulkas 3 pintu, cuma ada microwave, cuma ada dispenser, cuma ada pemanas air electric.. (hehehe pamer nih si Ibu), tapi ga ada Ember!
Nah, diruang sebelah ada ember yang sering saya tebengin untuk membuang air panas bekas sterilin cangkir saya.

Ceritanya, saat saya bĂȘte diruangan sendiri , saya membunuh bĂȘte dengan nenangga, biasanya itu saya lakukan before or after lunch.
Di Internal Sales ada satu orang karyawati yang ‘berani mati’ dalam berpenampilan, panggil ajah dia Ibu SOIMAH.   
Beberapa orang sering berkomentar usil tentang penampilan Soimah… ada yang bilang ‘ONDEL-ONDEL’ lah, ada yang bilang ‘PINTU KULKAS’ lah, karena apa aja ditempelin diseluruh bodinya dari ujung kaki sampe ujung rambut, seperti pita gede warna shocked pink yang disematkan di lilitan jilbabya (padahal warna bajunya ijo Pe tiga trus celananya warna oranye..nye ..nye), riasan wajahnya yang sampe mengkilap, iket pinggang segede Gaban, dan berbagai bross nempel di bajunya… yahh.. ga salah juga sih sebenernya orang-orang usil itu bilang Soimah kayak pintu kulkas…  Tapiiii ga berhak juga sih orang-orang usil itu menilai Soimah seenaknya, kayak ga ada kerjaan ajah, dari pada usil ga ada kerjaan begitu mendingan bikin blog.. ya kan? ya kan? ya kan?  (Hihihi… sama ajah sih Ibu ini juga usil, ngomongin Soimah di blog). 
Tapi saya suka dengan Soimah, dia apa adanya, dan berani mengekspresikan apa yang dia mau melalui penampilannya, tidak peduli nggak cucok, yang penting keren (menurut dia sendiri). Beberapa orang malah sering komentar langsung tetang penampilan Soimah, tapi Soimah-nya nyengir-nyengir aja cuek. Good on her.
Soimah ini punya prospek cerah untuk dipromosiin naik jabatan karena cara kerjanya cukup bagus dengan hasil yang bagus pula, tapi sayang ga ada posisi yang lebih baik lagi diatas dia.

Kemaren, layaknya Ibu-ibu, saya dan teman-teman Internal Sales, termasuk Soimah ngomongin soal urusan rumah tangga sehari-hari, soal beratnya beban mencuci dan setrika pakaian. Alhamdulilah, meskipun sejak 2 bulan lalu saya tidak ada pembantu yang stay dirumah, akan tetapi saya ada mbak yang mencuci dan setrika pakaian saja, pulang-pergi.
Soimah nyaranin mending pake Londri kiloan aja, seperti yang dia lakukan selama ini. 
Saya ga tahu bagaimana proses titip Londri kiloan ini, karena namanya ‘Kiloan’ jadi saya mikirnya pakaian yang akan dilondri ditimbang dulu oleh si pemberi jasa. Nah, bagaimana saya bisa inget kalo segubrak cucian kotor yang diserahkan ke londri kiloan nantinya yang balik yang mana, yang nggak balik yang mana?  Bukankah yang penting timbangannya klop saat diserahkan kembali pada kita? Lalu gimana dengan pakaian-pakaian dalam? Gimana kalo ketuker sama punya orang lain? Hiyyyy
Trus ada yang nyeletuk : 
"Pantesan tukang-tukang bakso disekitar rumah Soimah bejubel terus pembelinya".
"MAKSUD LO ???"
"Celana dalam Soimah dijual sama tukang londri kiloan ke tukang bakso, buat jimat laris manis".
HAH ???
Saya kaget bukan karena candaan itu, tapi kaget dengan fakta : Memang benar, tukang bakso di sekitar rumah Soimah pembelinya berjubel kayak di angkot.
Jadi MAKSUD LO ???
Artinya Lo percaya tukang bakso itu pake celana dalem Soimah?? Parah Lo! … hihihihi..


Tuesday, April 2, 2013

Cara memiliki SIM Internasional - apply di Jakarta

Bukan maksud saya untuk njiplak tulisan orang lain, tapi saya perlu informasi ini untuk saya catat dalam blog saya, tujuannya supaya saya mudah ngambil infonya bilamana suatu saat saya perlukan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Indonesia, DKI Jakarta, Jakarta - Berkendara lintas negara adalah opsi yang cukup digandrungi para traveler saat ini. Tapi sebelum itu, Anda perlu mengantongi SIM Internasional yang berlaku di semua negara. Proses pembuatannya tidaklah sulit.

Secara regional, Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia memang berlaku juga di negara-negara Asia Tenggara. Tapi jika ingin berkendara di luar wilayah itu, Anda wajib mengantongi SIM Internasional atau International Driving Permit.

SIM Internasional diterbitkan dalam bentuk kartu dan buku seukuran paspor. Keduanya harus dibawa bersamaan saat Anda berkendara di luar negeri. SIM ini juga berlaku untuk mengatasi kesulitan sepanjang berkendara. Bahkan, di lebih dari 200 negara, Anda tak bisa menyewa mobil jika tak mengantongi SIM Internasional!

Sama seperti di Indonesia, SIM Internasional juga terbagi jadi 5 golongan. Yang paling banyak digunakan oleh para traveler adalah Golongan A (untuk sepeda motor) dan Golongan B (untuk mobil dengan maksimal 8 penumpang).

Membuat SIM Internasional tidaklah sulit, Anda hanya perlu mengumpulkan beberapa dokumen persyaratan. Mengutip situs TMC Polda Metro Jaya, Senin (16/4/20102) berikut 5 langkah membuat SIM Internasional:

1. Datang ke kantor Ditlantas Polda Metro Jaya

Ditlantas Polda Metro Jaya beralamat di Jl MT Haryono Kav 37-38, Jakarta. Anda mendaftar kepada petugas di Loket Pendaftaran SIM Internasional.

2. Memperlihatkan tanda pengenal

Di tempat ini, Anda harus menunjukan tanda pengenal Anda berupa KTP/KIT/KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)/SIM nasional. Anda juga harus menunjukkan paspor asli yang masih berlaku, karena SIM Internasional dibuat dengan asumsi Anda akan berkendara di luar negeri.

3. Menyerahkan fotokopi tanda pengenal


Setelah menunjukkan dokumen asli, serahkan fotokopi KTP/KIT/KITAP/SIM nasional, paspor, serta melampirkan pas foto terbaru ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar. Khusus staf kedutaan, Anda harus melampirkan surat rekomendasi dari kedutaan yang bersangkutan.

"Khusus pria, Anda harus mengenakan dasi dan khusus wanita harus menggunakan blazer. Keduanya harus berlatar belakang biru," kata salah satu petugas Mabes Polri dalam perbincangan telepon dengan detikTravel, Selasa (17/4/2012).

4. Mengisi dan menandatangani formulir registrasi "Permohonan SIM Internasional"

Isilah selengkap-lengkapnya formulir permohonan SIM Internasional dengan data yang benar. Mengisi data palsu bisa menjadi masalah untuk Anda di kemudian hari.

5. Membayar biaya administrasi

SIM Internasional tidak gratis. Anda harus membayar Rp 250.000 untuk pembuatan SIM Internasional baru atau Rp 225.000 untuk SIM Internasional perpanjangan, ditambah lagi Rp 6.000 untuk materai.

Setelah itu, petugas akan memberikan buku SIM Internasional yang masih kosong. Buku tersebut lalu diberikan ke petugas di loket lain untuk diisi sesuai data Anda. Setelah dikonfirmasi pengejaan dan kebenaran data, SIM Internasional pun dicetak dan dilegalisasi.

SIM Internasional berlaku untuk 1 tahun. Jika tidak mengantre, proses pembuatan SIM Internasional bisa selesai dalam satu hari. Maksimal, pembuatan SIM ini memakan waktu dua hari kerja.

Nah, tidak sulit kan membuat SIM Internasional? Dengan mengantongi SIM ini, Anda bisa mengikuti jejak para traveler yang sebelumnya berkeliling dunia mengendarai motor atau mobil. Pastinya seru dan menantang!