Thursday, November 30, 2017

Quantum Ikhlas

Me-refreshing ilmu Mind Management dari mas Nunu (RB Sentanu) dan ilmu Meditasi dari Bp. Merta Ade (Bali Usade), saya menemukan tulisan dibawah ini yang sangat berguna untuk saya pelajari lagi dan  practiced.

~~~~~
Otak sadar manusia layaknya bongkahan gunung es yang muncul di permukaan. Selebihnya berupa alam bawah sadar yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Banyak keberhasilan bisa diperoleh dari mengelola alam bawah sadar.
Pernahkah kita berpikir sejauh mana kemampuan otak kita? Yang kita pahami selama ini, kemampuan otak kita hanyalah secara analistik, namun kita tak pernah menyadari bahwa kemampuan otak manusia tak hanya sekedar analistik. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan dalam otak.

Secara garis besar, otak manusia terbagi dalam dua bagian, otak kanan dan otak kiri.

Otak kiri memproses segala macam angka, matematika, bahasa, hitung-hitungan dan sebagainya.

Otak kanan, memproses segala macam keindahan, tata kata tak lagi tersusun secara verbal. Musik dan warna-warna indah adalah basil kerja otak kanan.

Hanya sebatas itukah otak kita? Tidak. Layaknya gunung es yang muncul di permukaan, yang tampak hanya 12% saja, 88% sisanya masih tenggelam di dalam lautan.

Yang 12% itu disebut sebagai Alam pikiran sadar (conscious mind). Sisanya, 88%, disebut Alam bawah sadar (subconsious). Antara alam sadar dan bawah sadar dibatasi sebuah garis filter yang disebut reticular activating system. Garis ini berfungsi melindungi manusia dari informasi-informasi yang tak perlu, sehingga seseorang tetap terlihat sadar dan waras. Nah, selama ini, kemampuan otak yang digunakan oleh manusia hanya 12%, sisanya tenggelam dalam diri kita.

Bayangkan, dengan 12% dari keseluruhan otak manusia, kita sudah sedemikian hebat. Bisa hitung-hitungan, bisa menelorkan gagasan-gagasan managemen yang begitu spetakuler, mampu menghasilkan sebuah tayangan televisi fenomenal, dan sebagainya. Lalu bagaimana kalau kemampuan otak yang 88% itu kita bisa manfaatkan? Hasilnya tentu saja lebih luar biasa.

“Alam bawah sadar kita sangat kuat sekali. Dalam proyeksi kehidupan, alam bawah sadar ini merupakan sebuah gudang yang luas, yang menyimpan semua pengalaman hidup kita, citra diri kita,” demikian kata RB Sentanu, Direktur Mind Management Center dari Katahati Institute, Jakarta.

Alam bawah sadar bisa terprogram. Dan, kata-kata yang negatif lebih cepat diserap dan tersimpan dalam gudang alam atau pikiran bawah sadar. Sebagai contoh, seperti yang dialami Yudi Sujana, seorang Direktur Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Interlingua Bandung. Ketika duduk di sekolah dasar, guru Yudi terlihat putus asa melihat nilai matematikanya selalu empat. Sang guru pun berkata, “Kamu bodoh, tak bisa hitung-hitungan.” Seiring pertumbuhan dirinya, Yudi pun membenci matematika dan merasa bodoh di bidang yang satu ini. “Sebetulnya, ketika dibilang bodoh, tanpa disadari kita mencitrakan diri sebagai orang bodoh, dan alam bawah sadar mengambil alih pencitraan diri Anda. Setiapkali Anda mencoba menghitung dan merasa bodoh, alam bawah sadar memasuki pikiran Anda, mengatakan bahwa Anda tidak bisa matematika,” urai Nunu.

Kekuatan alam atau pikiran bawah sadar begitu besar. Kekuatan pikiran bawah sadar dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan 3 sampai 7 kali lebih cepat, dengan skill relaksasi sebagai keuntungan tambahan. “Jika kita mampu memanfaatkan gudang kehidupan kita yang begitu besar itu, bayangkan pula bagaimana kehidupan kita kelak,” kata Nunu.

Dan, untuk menularkan kemampuan menyingkap kekuatan pikiran bawah sadar itu, pada 1988, bersama kawan-kawannya, Nunu mendirikan Katahati Institute. Lembaga ini bertujuan membantu dan melayani sesama manusia yang memiliki niat untuk berubah dan memutuskan untuk menjadikan dirinya sebagai titik-awal perubahan itu. “Terobosan teknologi penggunaan otak dan pikiran saat ini luas terbukti menentukan keunggulan seseorang dalam profesinya masing-masing,” tutur Nunu.

Bagaimana teknik mengeksplorasi otak dan pikiran tersebut? Sebagai langkah awal, maka perlu dipahami kondisi otak manusia. Yakni, terbagi dalam empat bagian, BETA, ALPHA, THETA dan DELTA.

Kondisi DELTA
Adalah kondisi pada saat manusia sedang tidur. Kecepatan gelombang otak pada saat tidur hanya 0,5 sampai 3,5 putaran perdetik.

Kondisi Delta diperlukan oleh tubuh, karena pada saat itu tubuh kita melakukan peremajaan terhadap sel-sel tubuh. Tentu saja, dalam hal ini tertidur lelap, bila kondisi tidak dalam tertidur nyenyak, maka yang terjadi adalah sebagian anggota tubuh kita tidak melakukan peremajaan atau penyembuhan, akibatnya kita sering mengalami rasa sakit saat bangun tidur.

KONDISI THETA
Adalah saat gelombang otak manusia mencapai 3,5 sampai 7 putaran perdetik. Pada saat otak dalam kondisi Theta, pikiran pun menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan Theta adalah dimana kita bisa bermimpi, berkhayal, dan kalau kita sadari sejumlah filsuf ataupun ilmuwan seperti Thomas Alfa Edison menciptakan sebuah karya spetakuler dalam keadaan Theta.
Keadaan Theta yang sangat sugestif adalah saat tubuh menyembuhkan dirinya sendiri, seorang penderita kanker bisa sembuh karena menempatkan dirinya dalam kondisi Theta.
Keadaan Theta bisa dibentuk pada saat meditasi. Dalam keadaan Theta, pikiran akan menjadi sangat jernih, bahkan tubuh kita pun tak terasa, begitu juga dengan kaki, tangan.

KONDISI ALPHA
Kondisi yang paling penting untuk menembus pikiran bawah sadar adalah Alpha. Dalam kondisi Alpha kita bisa membuka pintu gerbang menuju 88 persen kekuatan alam bawah sadar.
Kondisi Alpha adalah kondisi yang sangat rileks atau sama persis ketika kita berkhayal dan melamun. Kecepatan gelombang Alpha mencapai 7 sampai 13 putaran perdetik.
Yang membedakan kondisi Alpha dengan Theta adalah kesadaran kita, Alpha masih merasakan anggota tubuh kita.

KONDISI BETA
Sementara kondisi Beta adalah kondisi di mana kita bisa sepenuhnya sadar. Dalam kehidupan sehari-hari saat kita terbangun dan memulai aktivitas, maka kondisi tersebut dapat dikatakan sebagai kondisi Beta.

Lalu bagaimana cara menembus pikiran bawah sadar kita?
Cara yang mudah adalah membalikkan mata kita ke atas dan memejamkan mata, lalu pikiran pun membawa kita ke dalam kondisi Alpha, melarutkan kita dalam suasana yang nyaman dan penuh ke dalam kedamaian.

“Bayangkanlah sebuah rumah penuh kedamaian, rumah yang nyaman, rumah impian. Lelapkan diri kita ke sebuah kursi yang membawa kita merasa terlena dan sangat nyaman,”

Mas Nunu bilang, membayangkannya bebas, tidak harus sebuah rumah, tapi bisa dimana saja, kondisi apa saja yang penting kita sangat nyaman berada disitu.

Kalau saya membayangkannya :
“Saya berada disebuah hamparan luas, menatap langit jernih dengan ribuan taburan bintang berkelip, malam diterangi bintang dan bulan, angin lembut membelai kulit, sayup terdengar lantunan ayat-ayat Alquran.”

Di kondisi ini saya bisa merasakan tangan saya terbelai angin, dan dalam pejaman mata membayangkan visual tersebut, saya tersenyum menikmati suasana nyaman.

Kondisi Alpha pun dapat terbangun melalui meditasi. Meditasi yang sempurna adalah kedua telapak tangan saling membuka, pada saat itulah energi alam akan menyatu dan berputar dalam keseluruhan tubuh. Ditunjang sebuah musik yang indah dan syahdu, suasana Alpha akan mudah terbangun.

Saya pernah belajar meditasi bersama teman teman, gurunya Bp. Merta Ade dari Bali Usade Meditasi.

Di kondisi Alpha kalau tidak bisa mengendalikan, bisa bablas masuk ke Delta, yaitu kondisi tidur, karena saya mendengar ada teman yang mendengkur/ngorok, saat seharusnya berada di Kondisi Alpha.. hahahah.
Dalam keadaan Alpha, sebuah pintu ke alam bawah sadar terbuka. Saat masuk dan menjelajah alam bawah sadar, kita bisa memprogram hidup kita seperti apa yang kita mau. Misal

“Aku bergaji Rp 40 juta di bulan Januari 2018”

“Aku berada di Mekah dihari ulang tahunku April 2018”

Bahasa seperti itulah yang harus diucapkan. Jangan sekali-kali menyebutkan kata-kata, “Aku ingin” atau “Aku mau” Sebab Beta akan mengacaukan keinginan yang disebut dalam Alpha, karena, yang perlu diketahui : Pikiran bawah sadar tidak pernah mengetahui perbedaan antara imajinasi dengan kenyataan. Pikiran bawah sadar tidak pernah memiliki mekanisme untuk mengetahui hal-hal yang nyata ataupun bukan.

Sifat Beta selalu meragukan. Kondisi Beta akan mendorong kita untuk merasa ragu melakukan sesuatu. Karena itu, alam bawah sadar memerlukan sifat tegas, tentu saja dibarengi dengan unsur emosi yang kuat, dalam hal ini hindari emosi negatif, tetapi gunakan emosi positif.

Ada 4 hukum pikiran bawah sadar, yaitu :

  1. Positif
  2. Kalimat saat ini (present tense)
  3. Bersifat pribadi, dan
  4. Pengulangan.

Dalam memprogram diperlukan emosi positif dengan mencurahkan segenap jiwa. Saat meditasi, kita harus membayangkan bahwa keinginan kita benar-benar terjadi. Ketika menginginkan berada di kota nabi, maka pikiran alam bawah sadar kita tuntun dan ciptakan sebuah visual  tersebut.
Begitu juga saat kita menginginkan gaji Rp 40 juta perbulan, maka visualisasikan dalam alam pikiran bahwa kita menerima uang sebanyak itu.

Mengenai visualisasi tersebut, karena kita harus mem-visualkan secara tegas dan detail, ya artinya harus detail..., jangan salah membayangkan, mau BMW sport dark orange malah jadi BAJAY (hahhaha), inget postingan ini.

Ya udah, segitu dulu pelajaran hari ini.
Oh ya, artikel diatas ada di computer saya sudah 2 tahun lalu, sumbernya saya lupa, karena ga di copy paste saat itu. Saya edit dengan beberapa tambahan berdasarkan pengalaman pribadi, dan saya posting disini untuk saya pelajari lagi dan InshaAllah bisa saya praktekkan lagi.
Sayang hasil training bagus begitu, kalo dibuang begitu saja.



Tuesday, November 28, 2017

Belum move on dari "Pengabdi Setan"

Ini email saya kepada Ibu kepala bagian Finance yang saya combine dengan scenario Pengabdi Setan versi saya.

Dear Ibu,
Apakah sudah ada yang menyisirkan rambut Ibu?
Bu, karyawan kita yang meninggal tanggal 13 November lalu namanya Abdi (kepanjangan dari pengABDI setan), sehubungan dengan hal tersebut, saya dapat informasi dari Relation Officer (RO) BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) mengenai penonaktifan karyawan yang meninggal dunia.
Saya lampirkan, info dimaksud by attachement file.
Staff Ibu saya kirim CC

Penonaktifan karyawan meninggal dunia harus plus 1 bulan.
Contohnya sebagai berikut :
Karyawan bernama pengABDI setan meninggal tgl 13 November, maka iuran BPJS Ketenagakerjaan bulan November tetap harus dibayarkan.
Baru di stop kemudian di laporan bulan Desember.
Karena pola system BPJS Ketenagakerjaan menghitung BULAN, bukan tanggal.
Apabila langsung dinon-aktifkan di bulan November, maka system tersebut membaca bahwa karyawan pengABDI setan sejak 1 November sudah keluar dari perusahaan dan tidak lagi tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Maka ketika karyawan pengABDI setan meninggal pada tgl 13 November, statusnya sudah tidak lagi sebagai peserta. Untuk itu Jaminan Kematiannya (JKM) tidak dapat dibayarkan kepada ahli warisnya.

Demikian saya sampaikan Bu, maaf tugas menyisir rambut ibu saya alihkan ke BONDI, karena hari ini saya banyak kerjaan, dan saya tidak tega nyuruh TONI, karena Toni lagi belajar untuk UN (Ujian Negara) dan untuk SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri), katanya dia mau kuliah di universitas negeri yang jauh dari rumah, katanya cape nyisir rambut Ibu, biar si Bondi saja yang gantiin tugas Toni, daripada dia main gundu terus sama IYAN si anak setan.
Mudah-mudahan tahun depan Toni diterima di universitas negeri yang jauh dari rumah ya Bu sesuai keinginannya, seperti misalnya di Universitas Haluoleo Sulawesi, atau yang lebih jauh lagi seperti Universitas Cenderawasih di Papua.
Saya juga berdoa semoga kuburan depan rumah digusur dijadikan MOLL atau DUPAN.

Ok Bu, intinya penonaktifan karyawan yang saya jelaskan diatas untuk dapat dimengerti, untuk menghindari kerugian karyawan dan ahli warisnya.

Sembah sungkem kagem Ibu
Me
Penonton
Merangkap Executive Secretary, Merangkap Benefits and Compensation, Merangkap Blogger


Friday, November 17, 2017

KITAS expired

Baru-baru ini saya google mengenai syarat kepesertaan BPJS kesehatan untuk WNA, salah satunya adalah KITAS.  
Saya sampaikan pertanyaan ke forum HRD (Indonesia) yang notabene pasti diantara mereka ada yang ngurusin tenaga kerja expatriate di kantor-nya.

: Bagaimana bila tidak ada KITAS ? 
(KITAS suami saya berakhir masa berlakunya, saat dia belum bisa berada di Indonesia dalam waktu agak lama).

A : Bisa dengan Akte nikah / Buku Nikah (Berdasarkan pengalaman langsung dari pelaku mix marriage).

Alhamdullilah pertanyaan mengenai BPJS Kesehatan terjawab, case closed.

Ada salah satu member forum memberi comment mengenai KITAS suami yang habis :

Ibu HRD :
“As far as I know, we can extend KITAS in embassy. The KITAS holder should report to the embassy (in whatever country where Indonesian embassy is occupied) to extend their KITAS.”

Wowww.. menyesatkan !

Saya : 
Perpanjangan KITAS harus di apply di kanwil Kemenkumham (Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia –  sesuai domisili sponsor, tidak cukup hanya mereport (ke embassy) bahwa KITAS habis, tapi melalui pengajuan dengan persyaratan yang hampir sama dengan ketika pengajuan VITAS pertama kali. Harus diajukan dan mendapat persetujuan dari Kanwil Kemenkumham, baru kemudian KITAS bisa diperpanjang. (begitu yang sudah kami jalani).
Yang bisa di apply di KBRI adalah persetujuan VITAS 317 (ijin tinggal), itu setelah VITAS-nya mendapat persetujuan dari Kemenkumham di Indonesia. Sedangkan KITAS-nya (kartu ijin tinggal terbatas) harus di apply di Kanim (kantor imigrasi) sesuai domisili sponsor, paling lambat 1 minggu setelah kedatangan ke Indonesia. Sedangkan perpanjangan KITAS berikutnya harus di kanwil Kemenkumham sesuai domisili sponsor, seperti detail yang saya sebutkan diatas.
Kami sudah beberapa kali perpanjangan dan belum mau alih ke ITAP  ijin tinggal tetap, yang berlaku 10 tahun, karena pertimbangan, sayang biayanya, mahal banget.
KITAS suami habis, karena waktu itu akan kembali ke negara asal dalam waktu agak lama, maka waktu itu (4 bulan sebelum KITAS habis), kami mengajukan permohonan untuk bisa diperpanjang, tapi ditolak karena terlalu cepat, harusnya paling cepat 1 bulan sebelum expired baru bisa diperpanjang. Jadi ya terpaksa hangus saat suami sedang berada di Luar negeri. 
Pertimbangan saya kenapa membiarkan hangus karena :
  1. Tidak ada cara lain untuk perpanjang KITAS selain harus berada di Indonesia. 
  2. Pertimbangan lain, Australian bisa masuk pakai Visa On Arrival (VOA) dan 
  3. Suami saya masih belum menetap disini (masih bolak-balik jasa).

Dijawab lagi oleh Ibu HRD:
“sebener nya bisa di proses di kbri. Asal sebelumnya lapor dulu ke kantor imigrasi penerbit. Nanti akan dapat reference dari mereka untuk proses di luar”. 

Saya :
Perpanjang KITAS tidak cukup HANYA MELAPOR ke imigrasi tempat issuing KITAS, tapi melalui proses pengajuan yang sama seperti ketika pertama kali apply VITAS, ada banyak dokumen yang diajukan, dan form2 yang harus diisi dan di tandatangani bersama (sponsor dan wna), antara lain : 
-Form permohonan KITAS : Perdim 24 (baru dan perpanjang)
-Form permohonan POA : Perdim 26 (pengawasan orang asing) – mungkin ini sudah di skip
-Form perubahan data orang asing : Perdim 27 (bila ada perubahan)
dan yang apply bukan WNA nya saja, tapi bersama sponsor-nya. 
Setelah dokumen dan aplikasi diajukan kemudian kita menunggu persetujuan dari kanwil Kemenkumham, setelah mendapat persetujuan, baru kemudian WNA nya hadir untuk interview dan photo, kemudian passport di stamp KITAS, masa berlaku dan menyebutkan nama sponsor, dan tempat ‘kejadian perkaranya’ itu di kantor Imigrasi Indonesia dimana KITAS mendapat persetujuan.
Dan kalau KITAS bisa di extend di luar tentunya saya tidak menghadapi masalah KITAS expired. Karena saya sudah melalui konsultasi panjang ke Ibu AYU Kanim Imigrasi Jakarta Timur, bagian dokumen orang asing, jauh sebelum KITAS suami saya expired.
Mungkin yang dimaksud bisa di proses di KBRI itu VITAS, bukan KITAS. Karena proses VITAS pengajuannya di Kemenkumham Jakarta, dan memang kemudian proses stamp VITAS nya bisa di KBRI mana saja sesuai domisili WNA.
Gitu lho pak/bu berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah dari saya dan teman-teman. 
Mohon maaf bila tidak berkenan.


Q :
KITAS extension
19-10-11, 22:22
Hey guys, 
My Taiwanese wife is currently in Taiwan and her KITAS is expiring in Nov 2011. So my question is, does she need any papers from Indonesia or representatives in Taipei office for the initial step?
Thanks.

A :
20-10-11, 08:19
1) KITAS extension is requested in Indonesia . The sponsor/she/.. need to go to the local immigration office at the Indonesian city related to her address in the KITAS/"blue book" .

2) KITAS extension need to be requested one month before its expiration .

3) Required documents are about the same of the ones used to request the original KITAS + copies of : KITAS , "blue book" , the ITAS stamped in the passport , ..

See here the list of required documents and procedures :
http://www.livinginindonesiaforum.or...2841#post72841 , posts no. 246/247 (my case)

Note: First and second extensions are not required to get the main immigration office's approval (Jakarta) .

Q :
20-10-11, 08:38
thanks so much for the info... but what if she is not in Indonesia and she has her KITAS with her?

A :
20-10-11, 10:38
That's gonna be a serious problem to extend it. Imigrasi will require both the KITAS and the passport to extend it.

Q :
20-10-11, 10:41
What should I do then? Can she do it in the Indonesia representative office in Taipei to renew/extend her KITAS?

A :
20-10-11, 10:44
What should I do then?
Not much apart telling her to come back on time in order not to face the prospect of loosing the benefits of her KITAS.
Can she do it in the Indonesia representative office in Taipei to renew/extend her KITAS?
No. Atase Imigrasi in KBRI are not abilited to handle these issues.

Q : 
21-10-11, 13:54
Another question!  
Would it be hard for my wife to re apply if the kitas expired or is it better to renew it???
re entry expired Nov 3 2011 and the "card" expired on nov 17....

A :
21-10-11, 17:40
The first and second KITAS extensions don't require Jakarta's approval , the other extensions are like the approval of the original KITAS .

A normal way to cancel a KITAS is to get an exit only permit (EPO) and return the KITAS/blue book to immigration , SKLD to Police , and SKTT to Catatan Sipil , before leaving the country . I don't know if there any penalty by not doing this way . If there is , I guess it will not be big .

Remember that , if she does want to maintain the present KITAS , she must come back before the exit/reentry permit expires . After that , the KITAS is invalid , even within its validity time .

Info tersebut bukan hanya untuk Ibu HRD dimaksud, tapi juga untuk informasi saya ketika saya akan mulai proses VITAS /KITAS nanti.

Semoga bermanfaat.