Friday, November 22, 2013

Ba bi bu be bo – Bubabi GONE!

Peluru itu mengejar nyonya-nya
Ini episode Senjata makan nyonya.

Hari-hari di kantor terasa lebih bersahabat setelah Bubabi tidak ada lagi di perusahaan ini.
Orang-orang yang selama ini diperalat bubabi untuk menghabisi saya, sekarang bersikap ramah dan sopan kepada saya, paling tidak itu yang bisa terlihat (karena saya tidak bisa melihat hatinya)

Orang yang tadinya berkolaburasi dengan bubabi dan menikmati hasil kedengkian bubabi terhadap saya, sekarang ini secara intense berusaha menjelaskan secara explicit kepada saya bahwa dulu dia tidak berkolaburasi dengan bubabi :

“saya juga sering lho di fitnah bubabi”

“saya juga sering dikerjai bubabi”

“saya juga sering ….”

“saya juga sering bla bla bla..”

Menunjukkan kepada saya ‘sok merasa senasib’ .

Saya hanya menanggapi ocehan orang tersebut, dengan anteng :

“Satu-satunya alasan bubabi ‘ngerjai’ saya adalah karena dia iri dengan saya, iri dengan gaji saya, iri dengan fasilitas saya, iri dengan kehidupan saya, jadi tidak ada alasan bu babi untuk ‘ngerjai’ Anda, karena tidak ada dalam diri Anda yang bisa membuat bubabi iri”


Hihihi… kena Lo!


Friday, November 1, 2013

PASRAH bukan IKHLAS

Hari ini saya belajar betapa dahyatnya efek dari IKHLAS.

Saya tidak bermaksud menggurui, hanya bermaksud sharing tentang apa yang saya rasakan, barangkali bisa berguna buat orang lain.

Ketika seseorang menghujam kedengkiannya terhapad saya, menebarkan fitnah tentang saya kepada semua orang, menghasut pimpinan untuk mencabut semua fasilitas saya, dan menghasut pimpinan supaya memberhentikan saya dengan tidak hormat, .. saya menangis berbulan-bulan lamanya, saya berdoa dalam setiap sholat saya. Saya katakan dalam doa, bahwa saya ikhlas dengan cobaan ini, dan itu membuat saya tenang.

Tapi saya sadari sekarang ini, ikhlas yang saya ucapkan berbulan-bulan dalam doa dan dalam rasa sakit hati saya, ternyata itu bukanlah IKHLAS, melainkah PASRAH. Karena saya masih mersakan sakit dan tidak rela diperlakukan seperti itu.

Ikhlas dalam arti yang sebenarnya, Alhamdulilah, bisa saya capai dan saya rasakan.
Ikhlas yang saya rasakan adalah ketika rasa benci dan sakit hati bisa saya lepaskan dari hati saya, rasanya sangat ringan. Ketika berdoa-pun, saya tidak menangis lagi, tapi layaknya saya berdialog secara dekat dengan Zat yang maha pengatur dan pemberi kehidupan, saya katakan terima kasih atas kekuatan yang diberikan kepada saya sehingga sampai saat ini dan seterusnya saya bisa melalui hari-hari berat saya berada diantara orang yang menaruh dengki berat terhadap saya.
Saya mendoakan kebaikan kepada orang-orang yang pada kodratnya adalah baik, saya katakan dalam doa untuk mengembalikan semua fitnah dan kedengkian kepada pembuatnya.
Dan saya menyerahkan seluruh hidup saya pada ketentuanNya, tidak ada yang lebih berhak atas HITAM PUTIH-nya hidup saya, kecuali Allah.

Setelah itu, Subhanallah, tidak sampai 24 jam,  saya langsung melihat beribu kebaikan menghampiri saya,saya seolah dikelilingi garis lingkar aman layaknya dalam cerita Rama dan Shinta, saya diselamatkan dari fitnah dan kebencian itu, dan Subhanallah… saya diijinkan melihat kedengkian dan fitnah berbalik kepada si pembuat. Astagfirullah alazimmm..

Saya tahu sekarang kenapa IKHLAS itu begitu sulit, karena buah ikhlas adalah kebaikan yang sangat luar biasa.

Happy Friday guys.

Wednesday, October 30, 2013

Oleh-oleh Malang : Kecele SEPEDA MONTOR

Sebenernya sudah bulan Juni lalu sih oleh-oleh ini saya bawa dari kota Malang, tapi sampai saat ini masih bikin saya senyum-senyum sendiri kalo inget hal tersebut.

Cerita ini mengenai kunjungan ke kota Malang beberapa bulan lalu, untuk maksud pendaftaran dan lapor diri anak saya Karina di Universitas Brawijaya , Malang.

Jauh sebelum pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) keluar, bahkan sebelum ujian negara SMA dilaksanakan (ini emang lebay banget), saya sudah ancang-ancang cari tempat kos di kota Malang buat anak saya, salah satunya dengan minta bantuan teman saya dari Kompasiana dengan cara kirim-kiriman pesan inbox.

Kok yao yakin banget, bakal bisa kuliah di Universitas Brawijaya. Tapi itulah saya… selalu yakin dan 5 langkah duluan. Kadang sifat saya ini disebelin abege-abege dirumah (dua anak gadis saya) yang sifatnya seperti rata-rata abege pada umumnya.

“Mama nyantai aja kaleee..”

“Gemana mau nyantai, wong masa depan kalian aja belum jelas. Jangan seperti gadis-gadis yang pada berantem di Kompasiana, nggak mutu banget, masa depan masih ‘nggomblang’, malah ngeributin soal eksistensi di dunia maya”.

Singkat cerita, Ndilalahe… (minjem istilah bude Sarmi), anak saya lolos SNMPTN. Maka hari itu juga saya telpon sono-soni cari info kos.

Saya      : Halo pak Edi, saya dapet info nama bapak dari mbak Artem Kompasiana

Pak Edi : Mbak Artem siapa ya? Kompasiana apa?”

Wah gimana njelasinnya nih??

Saya      : Yahhh pokoknya Kompasiana deh pak. Tapi itu ga penting, maksud saya telpon bapak, cari tempat kos putri untuk anak perempuan saya.

Pak Edi : Ooo.. itu toh. Ada, beberapa kamar kosong disini

Saya : Letaknya kalau dari FISIP jauh nggak pak ?

Pak Edi : Ini letaknya sebrangnya gedung Fakultas Ilmu Administrasi, sebelah warung bakso mbah Jo

Saya : Wah agak jauh ditempuh jalan kaki yah pak dari FISIP ? Ada angkot nggak pak, yang masuk sampai depan FISIP?

Pak Edi : Ya nggak ada tho mbak..  Naik sepeda aja mbak, anak-anak kos sini 90% mbawa sepeda ke kampus.

Wah kalo begitu bukan masalah dimana Karina akan kos, mau di Watugong, Kerto, MT Haryono, Veteran, Soekarno-Hatta, yang penting masih seputar kampus, toh bisa bawa sepeda.

Saya : Baik pak, nanti tanggal 17 Juni saya ke Malang, saya akan lihat tempat kos-kosan bapak.

Terbayang suasana kampus yang ramah lingkungan, dan mahasiswa-mahasiswinya naik sepeda. Sederhana.
Singkat cerita, tanggal 17 Juni saya dan Karina sudah ada di Malang.  Setelah cek in hotel, naro koper, dan langsung naik taxi, survey lokasi kampus dan kos-kosan.
Supir-supir taxi yang saya tumpangi selama di Malang, rata-rata ramah dan murah informasi.
Sebelum sampai di area tempat kos-kos an yang dituju, kami berkeliling kampus dulu.

Saya : UB luas sekali ya pak.

Sambil melihat-melihat bangunan Universitas Brawijaya dari dalam taxi

Supir Taxi : Ya luas sekali mbak. UB ini kebanggaan kota Malang.

Saya : Katanya sebagian besar mahasiswa UB naik sepeda ya pak ke kampus ?

Supir Taxi : O iya, hampir 90%

Saya : Tapi saya dari tadi kok nggak lihat ada satu sepeda-pun parkir ?

Supir Taxi : Lha itu apa bukan sepeda ?

Supir taxi menunjuk pelataran parkir

Saya dan Karina membuka kaca jendela dan melongok keluar !!



Saya : Itu kan motor pak?

Supir Taxi : Ya itu sepeda

Saya : Yang saya maksud ’sepeda’, pak, kok nggak ada?

Supir Taxi : Maksudnya mbak ‘sepeda pancal’ ?

Supir Taxi (dalem hati)  :
Hare gene mbak… masih mikir ‘Sepeda Pancal’





Huahahahahah…. Saya dan Karina tertawa setelah paham yang dimaksud SEPEDAH disini, adalah MOTOR.

Xixixxi, jadi merah padam nih pipi, sudah ngebayang-bayangin bagaimana cara membawa sepeda lipat ke bagasi pesawat, ternyata salah kaprah.



Friday, October 25, 2013

Anonymous, nggak sopan.

Sebenarnya saya ‘risih’ dengan comment-comment dari Anonymous di blog, masuk dengan segubrak pertanyaan, tanpa menyebutkan nama. Kira-kira sama dengan seperti  ini :

Saya sedang menunggu di shelter bus di daerah Rawamangun, kemudian ada yang nyolek tangan saya, kemudian orang tak dikenal tersebut langsung nyerocos begini : 

“eh mbak, kalau mau ke Pasar Genjing arahnya kemana? Ada bus yang langsung nggak? Abis naik bus ini trus nyambung naik apa lagi? Kalo mau beli rambutan di Pasar Genjing udah musim belum? Trus rumah makan padang disebelah pasar genjing buka nggak?”

Saya, yang kebetulan tinggal di area yang ditanyakan tersebut tentu mengetahui dengan fasih area tersebut dan tentu saja bisa menjawab sebagian besar pertanyaan si  Anonymous shelter tersebut (kecuali soal rambutan, emangnya gue preman pasar yang tahu apa aja yang didagangin pedagang pasar genjing!). 

Tapi bagaimana reaksi pertama saya? … Saya akan mengernyitkan alis mata, nyureng, dalem hati bilang  “siapa elu? Nggak sopan banget”

Tapi karena saya melihat wajah ndeso si Anynomous shelter ini, yang tampaknya akan nyasar ke ‘ALAS ROBAN’ apabila tidak saya kasih tau, maka saya jawab juga pertanyaan-pertanyaan tersebut walau (kadang) dengan nada jutek.

Masing-masing orang mungkin beda menanggapi case seperti itu. Saya pernah ada di posisi kurang lebih mirip si Anonymous di shelter bus cerita diatas, mungkin agak berbeda cerita tapi intinya sama : sama-sama dianggap NGGAK SOPAN.

Saya diantar supir pribadi (pinjem supir dari kantor Surabaya), berkeliling Surabaya mencari alamat sepupu saya. Mobil kami berhenti di depan bapak-bapak yang sedang duduk-duduk di sebuah teras rumah, saya buka kaca mobil, dan :

“Permisi Pak, tau jalan Dukuh Kupang TImur 15, nggak?”

Dicuekin.
Sekali lagi, masih dari dalam mobil, saya bertanya :

“Maaf Pak, numpang tanya (bukan ‘numpang-numpang anak bagong mau lewat..’ hahaha), jalan Dukuh Kupang Timur dimana ya Pak”

Dibentak :

“SI MBAK-NYA TURUN, KALO MAU TANYA!”

Supir saya langsung bilang : “Bu, disini kalo tanya-nya seperti itu dianggap ndak sopan, baiknya Ibu turun”.

Upsss… taunya Bapak-bapak tersebut aslinya baik, setelah saya turun mobil, bertanya langsung, mereka mengarahkan dengan baik dan ramah. Cara saya bertanya sebelumnya tidak berkenan buat mereka.

Kesimpulannya dari dua cerita diatas,  dengan cara bertanya seperti itu :
  • Sama saja dengan menganggap enteng orang lain (cerita di Surabaya)
  • Sama saja seperti bertanya nyerocos tapi sambil ‘buang muka’ (Anonymous di Shelter bus) 
  • “Lu ga perlu tau siapa gua, yang gua perlu cuma informasi Lu” (Anonymous di blog).

So, sebutkan nama  ya… apabila ikutan ‘nimbrung’ tanya jawab di blog ini. 

Selain itu, saya ucapkan banyaaaaaaaaak terima kasih kepada Anonymous yang selalu membantu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca yang tidak bisa saya jawab, ataupun yang kelewat tidak terjawab. Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda.


Wednesday, October 16, 2013

Kejahatan itu namanya FITNAH

Setelah saya menyadari, nama kejahatan itu adalah FITNAH, saya berdo'a : semoga orang yang dihasut segera sadar dan melihat kebenaran

A'udzu billahi mina'sy-shaytani 'r-rajim Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahim.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dangan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan sebenarnya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. al-Hujurat:6)

Anda penebar fitnah, semoga fitnah dikembalikan kepada diri Anda sendiri.

Hanya orang yang berpekerti buruk melahirkan perkataan buruk. Orang cerdik tidak sekali-kali mengeluarkan perkataan buruk, itu secara langsung melambangkan keburukan diri sendiri.

Aamiin ya Rabb.



Wednesday, October 9, 2013

Rok seragam kependekan

Dulu jamannya saya SMA yang menandakan Gaul atau tidaknya seorang siswa bisa dilihat dari cara kita melinting (melipat keatas) lengan kemeja seragam , satu lintingan artinya Gaul, dua lintingan artinya Gaul banget, tiga lintingan… hahaha... pake tengtop aja sekalian.
Saya masuk yang mana??? 
Liat aja nih poto jaman saya SMA, dan hitung sendiri berapa lintingan di legan kemeja saya.

Masih cerita soal seragam SMA, tadi pagi saya ditelpon dari sekolah Vira, gurunya complaint karena Vira rok nya kependekan.  
Seragam Vira hari Selasa : kemeja putih  lengan pendek + rok abu-abu panjang semata kaki.

Pak Amir : Selamat pagi, Ibu orang tuanya Vira ?

Saya : Iya pak, selamat pagi, ada apa dengan anak saya ? (deg-degan nih..)

Pak Amir : Hari ini saya melihat Vira memakai rok yang salah

Saya : Lha hari ini jadwalnya seragam putih abu-abu kan Pak?

Pak Amir : Iya tapi roknya kependekan

Saya : Tolong ditanyakan ke Vira rok nya ukurannya apa?

Terdengar suara Vira agak teriak : M

Saya : Itu ukuran yang sebenarnya Pak, kami tidak memendekkan apalagi merubah model yang sudah ditentukan sekolah.

Anak-anak gaul SMA jaman sekarang bisa dilihat dari cara berpakaian : Rok dibikin pendek di bawah betis (diatas mata kaki), kemeja dibikin ketat 'mlecet' . Tapi Vira tidak seperti itu, saya memberikan pakaian seragam kepada Vira, baik kemeja ataupun rok, yang sesuai dengan ukurannya, tidak di modif.
Guru-guru disekolah ini mungkin sudah pada 'parno' dengan gaya gaul anak-anak di sekolah, sehingga Vira kena imbas.

Saya : Tolong diijinkan anak saya tetap mengikuti pelajaran di kelas, jangan disuruh keluar. Masalah rok kependekan, itu karena Vira sudah bertambah tinggi sehingga kelihatan roknya agak ngatung , bukan sama sekali karena di modif.
Kalau untuk beli baru, saya belum sempat, harus tunggu hari Minggu, baru saya bisa ke pasar.

Pak Amir (nada suaranya merendah) : Tidak perlu beli rok baru Bu, dibuka saja jahitan dibawah.

Saya : Ok Pak, nanti malam kalau sempat, dan terima kasih atas infonya.

Pak Amir : Baik bu.

Tut tut tut tut tut… (suara nada telpon setelah ditutup)


Saturday, September 7, 2013

Bule sukanya muka-muka Pembantu :(

Duluuu.. sebelum pake hijab, adaaaaa aja orang yang melihat kearah saya dengan tatapan sinis, ketika saya jalan dengan suami saya. 
Ada yang bisik-bisik (tapi kedengeran dikuping saya)  “ssssstttt liat tuh.. jalan sama bule”
Saya pernah nulis juga disini, mengenai seorang bapak-bapak di kota Padang,  mengatakan dia mengira mengenal saya yang biasa mejeng di depan Don Bosco Padang kalo malam (ASEM banget!), hanya karena saya digandeng suami saya saat chek out dari sebuah hotel di Padang.  
Woohooo... nikmatilah prasangka Anda sapenak batuk-mu’ (baca : seenak jidat Lu).

Ada juga orang yang bilang begini :
Bule seleranya muka pembantu!
Yang bilang begini pasti nggak pernah liat film Inem pelayan sexy (haha.. canda ini)
Nggak semua yang nikah sama bule seperti itu. Memang kebetulan aja kalee yang Lu liat yang seperti itu, dan juga bukan salah perempuan-perempuan itu kalo berjodoh sama bule. Yang salah ya elu !

Perempuan yang nikah sama bule pasti ketemunya di dugem!
Yang berpikir kayak gini pasti hidupnya dalam goa, dan ga pernah keluar goa.
Globalisasi kaleeee, hare gene semua orang bisa lintas benua dengan mudah. Ga usah berlayar berbulan-bulan macam VOC sampe ke Indonesia.

Perempuan yang nikah sama bule karena mau gampang dapat uang!
Yang bilang ga suka uang pasti munafik banget!! Semua orang pasti maunya dapat uang dengan mudah, malah kalo bisa tiap hari maunya tanggal 25 aja (hari gajian gue hahahah..)
Tapi perlu diketahui, wahai orang sirik diluar sana! : banyak perempuan Indonesia menikah dengan bule ketika posisi dan jabatan mereka sudah sangat baik, ketika salary mereka sudah diatas rata-rata!
Jadi ketika mendapat tambahan income dollar dari suami bule, itu sudah menjadi rejeki kami dan rejeki itu nggak ketuker,  sudah diatur Tuhan.

Ok Friend, silahkan berbagi pengalaman disini.


Friday, August 23, 2013

Balik nama PBB bukan di KPP lagi

Saya pernah posting mengenai balik nama wajib pajak yang tertera pada PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) disini. Namun begitu saya baru sempat melakukan perubahan / balik nama tersebut pada Agustus 2013 ini, baru-baru ini.
Kelamaan ?
Iya banget !

Karena sudah ke delay setahun, saya harus menelusuri dari awal :

- Apakah persyaratannya masih sama?
Alhamdulilah… persayaratan kurang lebih masih sama, penambahan hanya diminta photo rumah tampak depan.

- Apakah surat pengantar kelurahan PM1 perlu bikin baru lagi?
Nah, ini die nih yang bikin kuatir, jangan sampe saya berhadapan sama Ngatijo lagi.
Kalau ganti lurah, otomatis saya harus buat pengantar PM 1 lagi, dengan begitu ketemu lagi dengan si Ngatijo… wah… wah… parno saya inget muka-nya.

Tapi Alhamdulilahhhhh … pak Lurahnya masih sama (nggak gugur diproses lelang lurah DKI beberapa waktu lalu). Tapi ada perubahan menarik, karena per Januari 2013 semua urusan PBB sudah tidak ditangani di Kantor Pelayan Pajak (KPP) lagi, akan tetapi dialihkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing area (kenapa nggak dari dulu aja sih mas bro?? saya paling empet berurusan sama KPP, yang kebayang hanya wajah Gayus dan bandit-bandit pajak lainnya perampok uang rakyat).

Karena lokasi rumah berada di area Jakarta, maka saya mengurusnya ke sini : http://dpp.jakarta.go.id/

Persyaratan yang saya ajukan sebagai berikut :
  1. Surat Pengantar kelurahan PM 1
  2. Copy Sertifikat rumah yang sudah balik nama
  3. Copy Akte jual beli oleh notaris
  4. Copy KTP
  5. Copy NPWP
  6. Copy Pembayaran PBB terakhir 
  7. Copy BPHTB (Pajak pembelian rumah)
  8. Copy PPhTB (Pajak penjual)
  9. Photo rumah tampak depan
  10. dan mengisi 3 lembar Form yang disediakan.     
Nanti akan ada petugas dari pemda yang akan datang kerumah untuk megukur tanah dan bangunan, apakah masih sesuai dengan yang tercantum pada PBB sebelumnya, untuk menentukan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) apabila ada perubahan.
Kemudian pada surat pemberitahuan pajak PBB berikutnya akan sudah atas nama saya, sesuai dengan yang tertera pada sertifikat rumah. 

mantun caritonyo..

Tuesday, July 23, 2013

SNMPTN bukan untung-untungan

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN )

Saya tulis blog ini karena peduli dengan anak-anak peserta didik SMA/SMK di Indonesia yang saat ini masih duduk di kelas X, XI, XII, dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri di Indonesia, sekaligus menjawab celoteh ‘miring’ seorang teman yang menyebut “ah.. itu karena anakmu lagi beruntung bisa lolos SNMPTN”.
Saya tersenyum mendengar celoteh tersebut, saya malah justru prihatin dan jadi mengetahui bahwa teman tersebut ternyata tidak mengerti tentang strategi  SNMPTN.
Saya berharap kegagalan putrinya masuk perguruan tinggi negeri tahun ini tidak BERULANG kepada adiknya ditahun berikutnya, hanya karena ketidak mengertian orangtuanya memahami pola kerja SNMPTN.

SNMPTN adalah strategi pintar dikolaburasi dengan interaksi aktif orangtua akan proses belajar mengajar di sekolah plus komunikasi  aktif antar orangtua – guru BK – siswa, terutama pada tahun anak kita duduk di kelas XII.

Seperti tujuan SNMPTN yaitu merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya
Kurang lebih sama dengan program PMDK jaman saya dulu.

RAJIN BROWSING
Hehe jangan cuma lincah di facebook ajah, manfaatin internet dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Perguruan tinggi dan Fakultas yang diminati. Hal Ini termasuk quota dan persentasi antara peminat dan quota tersedia di Fakultas pada perguruan tinggi yang diminati. Yah, maksudnya biar kita realistis, nilai cuma 8, tapi milih Fakultas yang persaingannya ketat banget, jelas aja gagal maning, saingannya siswa kelas XII seluruh Indonesia coyy..
Sering-sering liat situs http://snmptn.ac.id/informasi.html untuk tahu perkembangan proses pendaftaran dan informasi-informasi lain.

MENGETAHUI KELEBIHAN ANAK
Harus mengetahui di pelajaran apa anak kita unggul, maka sesuaikan Fakultas/Jurusan yang dipilih sesuai dengan kemampuan atau nilai unggul anak kita.

REALISTIS DALAM MEMILIH FAKULTAS/JURUSAN
Perlu diingat SNMPTN tidak melihat nilai rata-rata raport, tapi melihat satu persatu nilai mata pelajaran pada raport kelas X, XI, XII. Yang pada akhirnya yang bisa lolos adalah yang memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuannya dengan dibuktikan nilai raport.
Masih kurang jelas ? baik, contohnya begini : Bella nilai rata-rata raportnya 8,5 dengan variasi nilai tinggi rendah pada masing-masing pelajaran. Nilai Ekonomi  7,5 ; nilai Sosiologi 9. Bella memilih jurusan Ekonomi pada Universitas Indonesia. Jelas saja si Bella gagal maning, saingannya siswa kelas XII seluruh Indonesia coyy..  Apabila Bella memilih Jurusan Sosiologi berkemungkinan besar akan lolos, tapi sekali lagi, nilai sosiologinya harus stabil dari kelas X, XI, XII, bukan turun naik.

NILAI STABIL
Semua nilai mata pelajaran di raport harus stabil dari kelas X, XI, XII terutama nilai pelajaran yang menunjang pada Fakultas/jurusannya.
Mau jelas ?  baiklah saya ambil dari true story Karina, anak saya :
Karina : Nilai pelajaran Bahasa Inggris kelas X 8,2; kelas XI 8,7, kelas kelas XII 9,1. Punya sertifikat TOEFL dengan nilai 580. Karina memilih Sastra Inggris pada Universitas Brawijaya.  Hohoho… ini mah merem ajah sudah pasti lolos. Makanya jauh sebelum pengumunan SNMPTN bahkan sebelum ujian negara, saya sudah cari tempat kos di dekat kampus Brawijaya.
Tapi sekali lagi perlu diingat, pelajaran lain juga harus stabil nilainya.

LIHAT COMPETITOR
Semua siswa kelas XII di sekolah adalah “Competitor”. Mengetahui musuh dengan baik adalah kunci menang ‘perang’. Ga percaya??? … tanya  Napoleon Bonaparte
Kembali saya contohkan true story Karina :
Saat saya bernegosiasi dengan Karina, apakah pilih FISIP Hubungan Internasional atau FIB Sastra Inggris sebelum pendaftaran online SNMPTN, saya harus melihat :
1.    Siapa yang ambil jurusan yang sama dengan Karina
2.    Berapa nilai PKN dan Sosiologi ‘competitor’ tersebut (kalau pilih FISIP : Hubungan International)
3.    Berapa nila Bahasa Inggris ‘Competitor’ tersebut (kalau pilih FIB : Sastra Inggris)
4.    Ranking si ‘competitor’ (minimal ranking di kelas)

Untuk info no. 1 memang agak sulit mendapatkannya, bahkan guru BK pun menasehati saya: bahwa rata-rata siswa saling menutupi  jurusan yang dipilih, tujuannya supaya teman dengan nilai yang lebih tinggi dari dia TIDAK memilih jurusan yang sama, bisa kalah donk. Hihihii… percayalah, anak-anak sekarang lebih pinter dalam hal strategic.
Tapi Karina dapat data otentik dari Grace yang nilai PKN dan semua nilai mata pelajaran stabil, bahwa Grace memilih Hubungan Internasional di Universitas negeri yang sama dengan Karina.
Upppssss… down duluan, Nilai PKN Karina hanya tinggi di kelas XII, sementara kelas X dan XI ga stabil, selain itu ranking Grace lebih tinggi dari Karina. Ga mau konyol, salah strategi, pilih fakultas lain : Sastra Inggris.
Bahkan saya ‘menangis’ berhari-hari untuk say good bye pada Hubungan International, karena harus menyusun strategi  lain supaya  lolos saringan SNMPTN.
Perlu semua pembaca ketahui, bahkan saya sudah print-out semua mata kuliah Hubungan International S1 dan S2, bahkan jauh hari sejak Karina masih duduk di kelas X, itu karena minat saya dan Karina klop untuk masuk fakultas tersebut.

PUNYA SERTIFIKAT PLUS
Bekali anak dengan les pada pelajaran yang menunjang  pada fakultas/jurusan yang dipilih, karena sertifikatnya diperlukan untuk dicantumkan saat pendaftaran dan SANGAT menentukan untuk lolos tidaknya  di SNMPTN.
Kembali lagi pada true story KARINA.
Satu minggu sebelum pendaftaran online SNMPTN saya ikutkan Karina pada test TOEFL di EF
Nilai TOEFL Karina 580 , penilaian TOEFL tertinggi adalah 677, untuk bisa masuk Perguruan Tinggi diluar negeri dibutuhkan 550, untuk test masuk Pertamina hanya diperlukan 450.
So.... masih bilang Karina hanya lagi beruntung bisa lolos SNMPTN??

Kesimpulan : 
Berdasarkan fakta, banyak anak (beneran) pintar gagal di SNMPTN, karena terlalu PEDE memilih Fakutlas/Jurusan yang persaingannya ketat, tanpa menyadari bahwa ‘diatas langit masih ada langit’ artinya mereka lupa bahwa ini adalah ajang persaingan nasional, memperebutkan hanya 17% kursi saja dari peminat seluruh Indonesia, artinya betapa ketatnya persaingan, jadi tidak hanya diperlukan nilai yang tinggi saja tapi juga SANGAT DIPERLUKAN strategi cerdas untuk bersaing dengan siswa-siswa yang lebih pintar dari seluruh Indonesia.
Faktanya,  anak-anak pintar yang tidak lolos SNMPTN tersebut bisa sukses masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui test SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan program Mandiri. Jadi memang terbukti bahwa mereka memang beneran pintar, buktinya bisa lulus test. 
Lalu... bagaimana anak Anda?



Friday, May 31, 2013

PESTA belum usai


Dua tahun berturut-turut ini saya konsentrasi ngurus sekolah anak-anak.
Tahun lalu anak saya yang kecil, Vira, masuk SMA.
Rasanya baru kemaren, siang malem saya melototin situs http://siap-ppdb.com/ demi mengetahui apakah anak saya kedepak dari sekolah pilihan pertama, kedua atau ketiga?  untuk mengetahui apakah anak saya di posisi aman di salah satu sekolah yang dipilih?
Saya pantau terus website PPDB sampai hari terakhir proses seleksi online dan Alhamdulilah anak saya tersaring di SMA negeri pada pilihan pertama, dengan nilai rata-rata 9,325.
Hhhhhhhh…sangat ketat persaingan memperebutkan kursi di sekolah negeri fave di negeri ini.

Tahun ini, 2013, mulai Februari kemaren, saya kembali berkonsentrasi pada situs http://www.snmptn.ac.id anak sulung saya Karina, mulai kuliah tahun ini, dan Alhamdulilah tanggal 27 Mei 2013 kemaren pengumuman sudah keluar : Karina lulus masuk perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Mama seneng nggak?”
“Ya seneng dong kak, bangga dan puas, kerja keras selama ini terbayar dengan hasil yang bagus”

Gimana nggak puas.? dari total 765.531 siswa seluruh Indonesia yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, hanya 133.604 siswa dinyatakan lolos seleksi , 17% saja.

Bagi siswa yang belum berhasil lulus di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, bisa ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan apabila tidak berhasil juga, masih ada satu lagi kesempatan ikut seleksi masuk perguruan tinggi negeri, yaitu melalui jalur mandiri di masing-masing Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. 
Jalur yang saya sebutkan belakangan menurut saya itu jalur exclusive karena biaya masuknya wowwww… (menurut kantong saya).

Jalur ujian mandiri pada masing-masing Perguruan Tinggi Negeri antara lain :


  • Universitas Indonesia  : SIMAK UI. Adalah seleksi masuk terpadu Universitas Indonesia.
  • Universitas Gajahmada :  PBS. Adalah ujian tulis Penelusuran Bakat Swadana (PBS)
  • Universitas Brawijaya : SELMA UB. Adalah Seleksi Masuk Universitas Brawijaya
  • Universitas Diponegoro : UM UNDIP. Adalah Ujian Mandiri masuk Universitas Diponegoro.
Universitas Padjajaran, tahun lalu masih ada ujian mandiri yang disebut  SMUP (Seleksi Masuk Universitas Padjajaran).
Kabar gembiranya : Untuk tahun ini UNPAD tidak menyelenggarakan Ujian Mandiri, artinya quota untuk jalur mandiri dialokasikan ke jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Kabar ga enaknya : Biaya kuliah di jalur SBMPTN 2013 sama seperti biaya melalui jalur mandiri (SMUP).

Sekarang ini Karina sudah oncang-oncang kaki aja, sudah senyum-senyum aja kerjaannya, sementara sebagian besar temannya masih berjibaku menghadapi ujian-ujian masuk perguruan tinggi negeri.
... Namun begitu, 'Pesta' belum usai 'nak, masih banyak seabrek tantangan didepan sana, bersiaplah hidup jauh dari orangtua, jaga diri baik-baik, bawa nama baik keluarga. 

Semoga saja semua anak-anak kita, siswa yang belum lulus SNMPTN, bisa lulus SBMPTN. Apabila tidak bisa juga, semoga lulus di jalur ujian mandiri, apabila di jalur mandiri tidak lulus juga, saya rasa banyak juga universitas swasta yang baik di negeri ini.

Salam UNBRAW
Bravo!

Friday, April 12, 2013

Celana dal_m Soimah



Saya kuatir setelah nulis artikel ini saya bisa dikeroyok sama para pengusaha bakso… tapi yang saya tulis dibawah ini hanya celotehan iseng saya dan teman-teman kantor kok, dan bukan sama sekali untuk bermaksud memojokkan siapapun.

Habis makan siang seringnya saya ‘nenangga'  ke ruang sebelah, ruang kerjanya Internal Sales yang berisi  7 orang karyawan, most of them cewek.  Eh sebenernya bukan hanya pas abis makan siang aja sih.. saya juga sering bolak-balik ke situ untuk 'buang air'. .. hahahah…maksudnya 'membuang air' dalam arti kata yang sesungguhnya, saya membuang air panas bekas ngocokin cangkir teh saya supaya steril sebelum digunakan. Sebab diruangan saya kurang lengkap fasilitasnya,  … cuma ada kulkas 3 pintu, cuma ada microwave, cuma ada dispenser, cuma ada pemanas air electric.. (hehehe pamer nih si Ibu), tapi ga ada Ember!
Nah, diruang sebelah ada ember yang sering saya tebengin untuk membuang air panas bekas sterilin cangkir saya.

Ceritanya, saat saya bête diruangan sendiri , saya membunuh bête dengan nenangga, biasanya itu saya lakukan before or after lunch.
Di Internal Sales ada satu orang karyawati yang ‘berani mati’ dalam berpenampilan, panggil ajah dia Ibu SOIMAH.   
Beberapa orang sering berkomentar usil tentang penampilan Soimah… ada yang bilang ‘ONDEL-ONDEL’ lah, ada yang bilang ‘PINTU KULKAS’ lah, karena apa aja ditempelin diseluruh bodinya dari ujung kaki sampe ujung rambut, seperti pita gede warna shocked pink yang disematkan di lilitan jilbabya (padahal warna bajunya ijo Pe tiga trus celananya warna oranye..nye ..nye), riasan wajahnya yang sampe mengkilap, iket pinggang segede Gaban, dan berbagai bross nempel di bajunya… yahh.. ga salah juga sih sebenernya orang-orang usil itu bilang Soimah kayak pintu kulkas…  Tapiiii ga berhak juga sih orang-orang usil itu menilai Soimah seenaknya, kayak ga ada kerjaan ajah, dari pada usil ga ada kerjaan begitu mendingan bikin blog.. ya kan? ya kan? ya kan?  (Hihihi… sama ajah sih Ibu ini juga usil, ngomongin Soimah di blog). 
Tapi saya suka dengan Soimah, dia apa adanya, dan berani mengekspresikan apa yang dia mau melalui penampilannya, tidak peduli nggak cucok, yang penting keren (menurut dia sendiri). Beberapa orang malah sering komentar langsung tetang penampilan Soimah, tapi Soimah-nya nyengir-nyengir aja cuek. Good on her.
Soimah ini punya prospek cerah untuk dipromosiin naik jabatan karena cara kerjanya cukup bagus dengan hasil yang bagus pula, tapi sayang ga ada posisi yang lebih baik lagi diatas dia.

Kemaren, layaknya Ibu-ibu, saya dan teman-teman Internal Sales, termasuk Soimah ngomongin soal urusan rumah tangga sehari-hari, soal beratnya beban mencuci dan setrika pakaian. Alhamdulilah, meskipun sejak 2 bulan lalu saya tidak ada pembantu yang stay dirumah, akan tetapi saya ada mbak yang mencuci dan setrika pakaian saja, pulang-pergi.
Soimah nyaranin mending pake Londri kiloan aja, seperti yang dia lakukan selama ini. 
Saya ga tahu bagaimana proses titip Londri kiloan ini, karena namanya ‘Kiloan’ jadi saya mikirnya pakaian yang akan dilondri ditimbang dulu oleh si pemberi jasa. Nah, bagaimana saya bisa inget kalo segubrak cucian kotor yang diserahkan ke londri kiloan nantinya yang balik yang mana, yang nggak balik yang mana?  Bukankah yang penting timbangannya klop saat diserahkan kembali pada kita? Lalu gimana dengan pakaian-pakaian dalam? Gimana kalo ketuker sama punya orang lain? Hiyyyy
Trus ada yang nyeletuk : 
"Pantesan tukang-tukang bakso disekitar rumah Soimah bejubel terus pembelinya".
"MAKSUD LO ???"
"Celana dalam Soimah dijual sama tukang londri kiloan ke tukang bakso, buat jimat laris manis".
HAH ???
Saya kaget bukan karena candaan itu, tapi kaget dengan fakta : Memang benar, tukang bakso di sekitar rumah Soimah pembelinya berjubel kayak di angkot.
Jadi MAKSUD LO ???
Artinya Lo percaya tukang bakso itu pake celana dalem Soimah?? Parah Lo! … hihihihi..