Monday, December 7, 2015

Tukang Sol Sepatu Keliling

Tukang sol sepatu itu berhenti mengayuh sepedanya dibelokan jalan, tampak ragu, jalan mana lagi yang harus dilalui. berpapasan jalan dengan saya, berjalan kaki dari Bank Mandiri kompleks, 

"Pak sol sepatu ayo ikuti saya, ada sepatu yg butuh diperbaiki"

Saya berikan sepasang sepatu lama yg sebenarnya sudah tidak mau saya pakai lagi, agak mangap sol depannya. 
Harga sepakat tanpa tawar, dia mulai menjahit sepatu saya. 
Dari dalam rumah saya awasi bapak tukang sol sepatu itu bekerja. 
Ya Allah.. si bapak kelihatan optimis dengan pekerjaannya, padahal belum tentu dia dapat uang tiap hari, mengingat belum tentu setiap hari ada yang sepatunya rusak. 
Dalam hati berkata pada diri sendiri : "Lihat bapak itu, memang kamu pikir berapa dia dapat uang dari kerja jadi tukang sol sepatu ? Belum tentu tiap hari dapat uang, mengayuh sepeda berkeliling ditengah gerimis tidak henti. Bersyukurlah atas limpahan rezeki yang kamu dapat, berbagi selagi masih sanggup berbagi". 

Lalu...  "Sudah buuu". 

Saya segera keluar rumah menemui bapak sol sepatu. 

"Terima kash pak, wah jadi seperti baru lagi sepatu saya". 

Si bapak tersenyum senang pekerjaannya dihargai. 

"Ini pak ongkosnya, kembaliannya ambil semua". 

Si bapak ragu ambil uang dari saya, kemudian, "Terima kasih banyak bu". Senyumnya mengembang lebar. 

Semoga kebahagiaan saya sore ini bisa tertular pada keluarga si bapak sol sepatu.

Value buat saya : 
Buka mata buka telinga! Lihat sekitar.

Sunday, May 17, 2015

Ayam Garang Asem

Pagi ini jalan kaki keliling 2 blok nyari tukang sayur. Mungkin karena ini long week end, banyak tukang sayur ga dagang (pada pulang kampung kali). Hanya ada 1 orang yang dagang pagi ini dan itu juga ga bawa yang saya butuhkan, Daun Pisang.
Eh pas balik kerumah saya melihat pohon pisang di taman depan rumah. Tentu saja pohon pisang itu bukan ujug-ujug ada, tapi memang sudah lama ada, saya-nya aja yang kurang meng-explore sekitar rumah.
Yah. itung-itung tadi olah raga deh, joging ngiterin 2 blok, meskipun tujuannya nyari tukang sayur (hehe.)

Sebelumnya saya pernah posting resep ayam garang asem tanpa santan dan tanpa bungkus daun pisang. Kali ini saya mau buat yang lain dari sebelumya. Dan rasanya ... wowww... enak dan seger.
Yuk mulai masak.

Bahan :
Daun pisang secukupnya
1 ekor Ayam, potong 12 bagian,
1 buah Jeruk nipis
3 sdm Minyak goreng untuk menumis
15 buah Bawang merah, bakar sebentar, iris tipis
10 buag Bawang putih, bakar sebentar, iris tipis
3 lembar Daun salam
2 batang Serai, ambil putihnya, geprek
4 cm Jahe, bakar sebentar, iris tipis
6 cm Lengkuas, bakar sebentar, iris tipis
1 sdt Gula pasir
1 sdm Asam Jawa, larutkan dalam + 4 sdm air matang
4 buah Cabai merah,
1/2 sdm Garam (secukupnya)
1 sdm Santan kara
1 kaldu blok ayam
Cabai rawit merah secukupnya, sesuai selara
2 gelas Air matang (secukupnya)


Cara buat :
Cuci bersih ayam, beri air perasan jeruk nipis, lumuri garam, sisihkan.
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
Masukkan daun salam, serai, irisan jahe, irisan lengkuas. aduk hingga harum.
Masukkan potongan ayam, gula pasir, garam, kaldu blok, aduk rata
Tuangkan air matang, santan kara dan air asam jawa, aduk rata.
Kecilkan api, diamkan sebentar hngga ayam setengah matang, angkat.
Masukkan potogan cabai merah dan cabai rawit merah, aduk rata.

Siapkan dandang untuk mengukus.
Bungkus adonan ayam menggunakan daun pisang menjadi beberapa bungkus.
Kukus dalam dandang + 20 menit. Angkat dan sajikan hangat.


Note :
Jangan letakan langsung bungkusan adonan ke dalam dandang, tapi alasi dengan pinnggan tahan panas/rantang/wadah melamin, supaya apabila ada daun yang bocor, kuah adonan tidak terbuang.





Saturday, May 16, 2015

Perkedel Kentang Kornet

Bahan :
500 gram Kentang, kupas, potong 4 bagian
2 sdm Kornet daging sapi
1 butir telur ayam, kocok untuk celupan perkedel
2 batang daun Seledri, iris halus
Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus :
5 butir bawang merah, iris halus, goreng setengah matang
4 butir bawang putih, iris halus, goreng setengah matang
1/2 sdt lada bulat
1/4 biji pala
1/2 kaldu blok rasa sapi
Garam secukupnya


Cara buat :
Goreng kentang hingga berubah warna. Haluskan selagi panas.
Tumis kornet hingga kecoklatan, angkat, campurkan kedalam kentang
Campurkan bumbu halus kedalam adonan kentang kornet, aduk hingga tercampur rata
Masukan irisan daun seledri, aduk.
Siapkan kocokan telur.
Bentuk adonan perkedel sesuai selera
Celupkan kedalam kocokan telur.
Goreng dengan api kecil hingga matang kecoklatan.

dan yang paling penting.. siapkan dalam piring, hias sesuai selera, photo sebelum disantap.





Monday, May 4, 2015

Wedang Ronde

Jakarta sudah 2 hari ini hujan terus setiap sore. 
Enaknya bikin Wedang Ronde dengan rasa jahe yang nikmat dan hangat.
Bikinnya gampang, rasanya nendang.
Ini resepnya :

SIRUP JAHE
Bahan :
5 batang Sereh, ambil yang putihnya, keprek.
400 gram Jahe, kupas, potong sedang, keprek
400 gram Gula pasir
5 lembar daun Pandan
1/2 sdt Garam
2000 mili liter Air

Cara buat :
Masukan semua bahan kedalam air, masak dengan api kecil sampai mendidih dan harum


ISI RONDE
Bahan :
100 gram Kacang tanah kupas, sangrai
50 gram Gula pasir

Cara buat :  Blender kacang tanah dan gula pasir sampai halus.

RONDE
Bahan :
250 gram Tepung ketan putih
150 Air matang
2 tetes pewarna kue Hijau rasa pandan
2 tetes pewarna kue Merah rasa strawberi
Garam secukupnya
900 mili liter Air (untuk merebus Ronde)

Cara buat :
Campur tepung ketan putih dengan air, masukan garam, bagi menjadi 3 bagian (untuk warna putih, merah dan hijau).
Masing-masing bagian berikan 2 tetes pewarna kue merah dan hijau, aduk sampai kalis (tidak lengket di tangan) dan bisa dibentuk bulatan-bulatan,
Isi masing-masing bulatan dengan isi Ronde, sampai habis.
Panaskan air dengan api kecil, masukan Ronde satu persatu, 
Diamkan sampai bulatan-bulatan ronde matang dan terapung. Angkat. 

Note :
Sirup jahe semakin lama semakin berwarna coklat dan semakin nendang rasa jahe-nya.



Monday, April 13, 2015

UN mulai hari ini (semoga Allah ridho)

Dari H-3 menjelang Ujian Negara (UN) SMA, sudah jadi rahasia umum kunci jawaban bertebaran se Jabodetabek. Alhamdulillah Vira dan sekelompok temannya berpegang pada pendirian ini :

"Buat apa belajar selama 3 tahun di sekolah, pulang larut malam dari bimbel everyday? Buat apa bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada Allah? Buat apa puasa-puasa sunah yang selama ini dilakukan? kalau ujungnya cuma bayar dan kebohongan?".

Bagus nak! Semoga Alah ridho dengan kejujuranmu dan teman-temanmu.
Masih ada ujian berikutnya SBMPTN, semoga tetap istiqomah, dan semoga tidak perlu menghadapi SBMPTN karan InshaAllah lolos jalur undangan SNMPTN.
Aamiin

Thursday, March 26, 2015

Mascara bikin ngantuk

Ternyata yang bikin ngantuk saya selama ni MASCARA.
Mascara water proof bila kena air (setelah cuci muka / wudhu) efeknya bikin ngantuk. Meskipun tahan air, mungkin ada reaksi kimia yang larut bersama air kedalam mata saya.

Dua hari lalu saya mengalami ngantuk yang bikin toobaaat.. (sebab biasanya ga gini-gini amat). Meskipun ngantuk itu natural tapi konyol banget kalo sambil kerja. ...ppppiuuuhhhh.. kebayang ga sih Lo sengsaranya gue....

Kenapa setelah cuci muka (dalam kondisi pake mascara) mata saya berasa seperti kemasukan angin, perih dikit dan efeknya bikin ngantuk?

Penasaran, google. Ada beberapa orang bertanya "apakah mascara bikin ngantuk?". Ga ada jawaban

Akhirnya saya bereksperimen sendiri, dengan tidur malam dengan waktu yang sama seperti sebelumnya ; bagun pagi dengan waktu yang sama ; tidak pakai mascara ke kantor... hasilnya 2 hari ini mata saya sehat-sehat saja, meskipun hampir sepanjang waktu kerja melotot didepan monitor.

Sekedar berbagi rasa, kali aja ada yang mengalami hal yang sama : 
sengsarakarenangantuk

Wednesday, March 18, 2015

Nikmatnya hidup pas-pasan


Inilah nikmatnya hidup pas-pasan..
Tadi malam kepengen banget gudeg, bela-belain nyetir ke Gudeg Ny.Lies pd kelapa, udah susah-susah dapat parkir, duduk manis di posisi wuenak, selesai nulis menu pesanan.. eh kucluck..kucluk.. mbak yang manis bilang gini :

“Nasi gudegnya habis Bu..”
 dalam hati : “busyeeettt… se'ep / eweuh (bahasa sunda), entek ngamek kurang golek (boso jowo).”

Tagi tadi jam 10:30 di kantor, saya ketemu mbak Lena yang manis di tangga.
Ndilalahe mbak Lena yang manis ngomong gini :
“Mba Eny mau titip makan siang ga? Saya mau ke Gudeg Ny. Rini”

Hah!!
Pas pengen Gudeg, Pas ada yang nawarin..
Nikmat banget hidup pas-pasan kaya gini.

Tuesday, February 17, 2015

Info anak dibuang

Pagi tadi sambil berangkat kerja, dengar di Elshinta, ada anak ditemukan diseputar Harapan Indah Bekasi, terlantar sendirian,  seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun.
Kondisi anak tersebut sehat, hanya tidak mau bicara ketika ditanyakan siapa nama ayah ibunya.
Menurut saksi mata yang berada disekitar lokasi, anak kecil malang tersebut diturunkan dari sebuah motor bebek oleh seorang laki-laki dewasa yang sengaja meninggalkannya.

Astagfirullah alazimm…  Saya tidak bisa membayangkan bagaimana takutnya anak itu berada seorang diri ditempat yang tidak diketahuinya, tanpa orang yang dikenalnya. Air mata saya menetes. Saya teringat kisah Karina anak saya bertahun-tahun lalu. Saat Karina masih sekitar 3 tahun. Saat itu saya diundang sahabat saya untuk merayakan ulang tahun anaknya ke 2 tahun.  Saya ajak Karina kerumah sahabat saya itu di suatu Sabtu sore, dengan menumpangi  angkutan umum mikrolet.

Seperti pada umumnya, setiap bepergian dengan balita saya membawa gembolan tas untuk perlengkapan Karina. Ditengah perjalan, maaf, Karina muntah, mungkin karena perjalanan lumayan jauh dan habis minum susu pula. Karena bajunya basah dan bau muntah sedangkan perjalanan masih jauh, saya kuatir anak saya malah masuk angin, maka saya membatalkan datang ke acara Ultah anak sahabat saya tersebut. Saya minta mikrolet berhenti dan turun di jalan. Karena repot saya turunkan Karina terlebih dulu, kemudian saya ambil gembolan tas perlengkapan tadi. Saat saya akan kembali ke mikrolet untuk ambil tas, Karina menangis sejadi-jadinya, sampai muter-muter ditempat :

 “ mama…. Jangan tinggalin Inaaaaa… jangan tinggalin Inaaaa…” 

Saya kaget dan memeluk Karina, kemudian akhirnya penumpang lain membantu menurunkan tas saya.
Ya Allah ya Rabbb…. Karina saat itu mengira saya akan naik mikrolet lagi dan pergi meninggalkan dia sendiri di jalan.
Saya peluk Karina erat, bikin dia nyaman, ya mana mungkin mama ninggalin anaknya, wong semua yang mama lakukan untuk anaknya.

…. Membayangkan wajah Karina kecil saat panik mengira mamanya pergi..  saya membayangkan, begitu pula wajah anak laki-laki yang dibuang di Harapan Indah tersebut. Tega sekali! Tidak punya naluri sebagai manusia!
Semoga pak Polisi bisa segera menemukan keluarga anak tersebut, kalaupun orangtuanya tidak menghendaki, semoga keluarga lain bisa menerimanya.