Friday, August 26, 2016

Property : Nilai Jual Objek Pajak VS Harga Jual


Kabar gembira buat pemilik property diwilayah DKI Jakarta, karena melalui peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 259 tahun 2015, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sampai dengan Rp 1.000.000.000, DIBEBASKAN.

Sippp dah...,
Kemajuan pesat dari pemprov DKI Jakarta, 
sejak kasus NGATIJO yang saya derita (... lebay ya sayahh?)

Ada yang masih rancu antara Harga rumah berdasarkan NJOP dan Harga rumah berdasarkan harga pasaran.

Apakah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ?

Adalah nilai jual objek pajak atas tanah dan bangunan yang tertera pada lembar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). 
Contoh cara ngitungnya gini :
Luas tanah : 500 m
Luas bangunan : 300 m
Nilai jual objek pajak atas tanah : Rp 5.000.000/ m2
Nilai jual objek pajak atas bangunan : Rp 3.000.000/ m2
NJOP Tanah : 500 m2 x Rp 5.000.000,- = Rp 2.5 milyar
NJOP Bangunan : 300 m2 x Rp 3.000.000,- = Rp 900 juta
Maka nilai jual objek pajak rumah kita = Rp 3,4 milyar

Nah, NJOP segini di DKI Jakarta masih harus bayar PBB tahunan.

Apakah Nilai / Harga Jual Berdasarkan Pasaran?

Adalah harga jual tanah dan bangunan berdasarkan pasaran dimana tanah dan bangungan tersebut berdiri.

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) VS Nilai /Harga Jual Berdasarkan Pasaran ?

Di Indonesia harga rumah selalu diatas NJOP, seberapa tingginya harga jual rumah tergantung dari lokasi rumah tersebut dan dari seberapa cepatnya perkembangan area tersebut.  Bahkan di area tertentu harga jual rumah mencapai  7 kali lipat dari harga NJOP.
Biasanya harga rumah di kawasan perumahan lebih tinggi dari rumah kampung, karena alasan-alasan tertentu seperti jalan yang rapih, adanya fasilitas social dan fasilitas umum,dan sarana lainnya.

Bagaimana Cara Menghitung Berapa Harga Jual Rumah Kita? 
(Ini cara ngitung berapa nilai aset kita)

Kalau saya gampang saja. Pada rumah-rumah yang mau dijual disekitar rumah saya, dipasangi banner oleh agent property, saya tinggal tanya by phone detail rumah tersebut dan harga jualnya.  Bandingkan masing-masing harga, ambil average dan hitung sesuai dengan luas tanah dan bangunan rumah saya, hasilnya … eng iiing eennnggg … Saat ini, hanya berselang 5 tahun, harga jual rumah tersebut sudah 5 kali lipat harga yang saya beli 5 tahun lalu, atau 7 kali lipat dari NJOP tahun pembelian atau sama dengan 5 kali lipat NJOP tahun 2016 (saat  beli harganya masih 2 kali lipat dari NJOP).

Selamat berburu property
Semoga mendapat rumah idaman

Thursday, August 25, 2016

Quote of the day : Al Isra’ ayat 7

Surah Al Isra’ ayat 7 :
”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…”.

Sesungguhnya kebaikan akan memantul pada pelakunya

Manusia yang hatinya bersih akan merasa bahagia apabila mampu memberi manfaat untuk orang lain. Manusia yang hatinya kelam dan kotor justru merasa bahagia melihat kesusahaan dan penderitaan orang lain.

Tuesday, August 16, 2016

Mangga santet!

Beberapa waktu lalu, pagi-pagi banget, saya nemuin buah mangga di pintu masuk pager rumah. Mangga ranum, tergeletak tepat dibalik pager, seperti  ada yang sengaja naro disitu.

Perasaan disebrang rumah hanya ada pohon jambu klutuk merah, … apa mungkin pohon jambu jaman sekarang bisa berbuah mangga?

Saya celingukan keluar pager, ga ada orang.

Langkah pertama, saya poto, lalu share ke teman-teman di group, minta pendapat.
Group langsung heboh, commentnya macem-macem, ada yang bilang :

“Kirim ke gue kalo sekilo”
“Jatoh dari pohon 'kali?”
“Mungkin punya tukang buah keliling, jatoh”

Mana mungkin sih pagi buta begitu ada yang dagang keliling?

Yang paling extreme dan paling saya denger pendapatnya, yang kayak gini :

“Jangan diambil, hati-hati!, barangkali santet kiriman!
“Bakar aja, nanti Lu kena guna-guna”

Nah Lo, bikin takut.
Gimana kalo ternyata beneran ada yang mau nyantet gue? Salah gue ape?

Saya melanjutkan aktifitas pagi hari, sambil sebentar-sebentar ngintip dari jendela, barangkali itu mangga sudah berubah jadi pangeran (Charles.. hahaha).

Seperti biasa, jam 7:30 saya siap-siap kekantor.
Supir yang sudah nungguin kliatan seneng banget lihat saya keluar rumah. 
Aneh!

"Bu, pinjam sapu bu”
“Buat apa?”
“Buat nyolok mangga tuh pada mateng di pu'un"

Muka saya langsung kuning hijau, malu sama mangga yang masih ngegeletak di pintu pager. Sudah nuduh yang nggak-nggak.

“Tuh ada satu lagi didalem”  Kata saya kepada supir, sambil nunjuk ke arah mangga (yang tergeletak tak berdaya karena difitnah abis-abisan.. hahaha).

“Nggak ah bu, itu ada bekas cakar musang-nya”

Rupanya ada pohon mangga di balik pohon jambu klutuk. Letaknya rapet, karena kebun itu memang kosong, jambu dan mangga tumbuh liar ga ada yg nanem dan ga ada yang ngerawat.

Settt dahh.. kuper bangett gue, tinggal disini bertaon-taon ga tau ada pohon mangga di depan rumah.

Monday, August 15, 2016

Porter bus Damri



Baru aja masuk parkir di area Damri terminal bus Rawamangun, buka bagasi, kemudian seseorang menghampiri dan dengan sigap meraih koper dari dalam bagasi, menurunkannya.

(Hanya) selintas (saja), iblis dalam diri saya meyeringai  : “Buset dah porter! Gue ga perlu! Yang bener aja ! Cuma 5 langkah ke bus”

Kalau ada yang pernah parkir di area Damri terminal bus Rawamangun pasti tau bagaimana (sedekat apa) jarak antara parkir mobil dan bus Damri mangkal berjejer.

Tapi..  kemudian Malaikat dalam diri saya berkata : “Ini dia ladang amal, kesempatan bersedekah”

Saya tatap bapak berseragam porter tersebut.. kucel ,kurus, wajahnya bikin kasian

“Sekedarnya aja bu”

“Ok pak, silahkan”

Saya mengikuti  dari belakang.

Lalu…

“Ini pak, terima kasih”  sambil saya memberikan lembaran sepuluh ribuan kepadanya

“Ya Allah.. Alhamdulillah” 

Upps.. kaget saya lihat reaksi nya. Wajahnya tersenyum lebar sambil mengusapkan lembaran uang itu ke wajahnya. 

Sambil nyetir pulang, pikiran-pikiran saya bermain :
Mungkin dari pagi nggak ada yang mau pake jasa porter bapak tsb.
Mungkin sepuluh ribu itu uang pertama yang dia terima dari tadi pagi (atau mungkin dari tadi malam)
Mungkin keluarganya sedang membutuhkan uang banyak
... dan mungkin-mungkin yang lainnya
Dan saya bersyukur pagi ini saya mampu menghadirkan senyum di wajah bapak porter ini.
Dengan bersyukur saya merasa bahagia.

Note: Pagi ini saya antar Karina ke terminal bus Damri Rawamangun, menuju bandara Soekarno-Hatta.

Value buat saya :
Boleh saja buat saya tidak berarti, tapi sangat berarti bagi orang lain.
Lebih sensitive-lah pada sekitar.