Friday, December 23, 2016

FRUITHETICs are good enough - keep healthy

Re-post

Hallo... 

Tanggal 25 Desember 2016 kami tetap hadir di Car Free Day Taman Bungkul Surabaya
Soooo... do not miss it !

Ayoooo diserbuuuuu


HELLO PEOPLE!

Mau tau cara hidup sehat dengan low budget?
Yuk dibeli infused waternya! Available dalam berbagai khasiat loh
Go grab yours for only Rp 10.000,-
Ada DISKON kalau beli lebih dari 5 loh


[SHIPPING AROUND SURABAYA]

Reach us through :
Ig: fruithetic
line: @apt0048y
WA: +682301612567

Kami juga hadir di Car Free Day Taman Bungkul Surabaya, setiap Minggu pagi. 
Keep healthy and kunjungi kami... 

 







Pineapple, Mint untuk anti inflamatory








  
Strawberry, Apple, Lemon untuk metabolism booster




















Lime, Lemon, Mint untuk detox








Ayooo di order.

Edisi bantu bisnis anak, 

 














Thursday, December 22, 2016

Mama & Karina (1)

Perjalanan bawa anak balita tentunya tidak cukup hanya bawa baju yang nempel dibadan, pasti diiringi dengan gembolan tas, isi baju salin, susu, makanan kecil, obat-obatan ringan, dlsb. Saya mah selalu bikin check list meskipun jalannya hanya Kampung  Melayu- Senen.
Cukup bahkan sangat repot bila jalannya naik angkot.
Bawa balita saja sudah repot tambah gembolan-nya.

Karina saat kecil, 2 tahun, pernah saya ajak naik mikrolet ke rumah teman untuk menghadiri pesta Ultah anaknya.
Perjalanan lumayan jauh sih untuk ukuran balita, naik angkot pula, Kampung Melayu – Senen.
Entah karena mikrolet jalannya ngepot, atau entah karena memang jarak tempuhnya kejauhan, Karina (maaf) muntah.  Basah-lah sebagian bajunya.

“Bang stop-stop, saya turun disini”
Saya tidak bermaksud melanjutkan perjalanan, baiknya balik pulang saja, daripada Karina masuk angin.

Karena bawa gembolan, dan ga mungkin turun sekaligus sambil gendong Karina, sambil bawa gembolan, maka saya turunkan Karina dulu, kemudian saya masuk ke Mikrolet lagi ambil gembolan dimaksud, dibantu penumpang lain.

Tiba-tiba Karina menjerit sekencang-kencangnya, nangis

“mamaaaaa jangan tinggalin Inaaaa, mamaaaaa jangan tinggalin Inaaaaa…”

Saya kaget lihat reaksi Karina kecil yang panic sampe muter-muter ditempat.

Kira-kira yang dikepala Karina saat itu : Mama turunin Karina ditengah jalan, kemudian mama pergi.

Ya Allah, kasian anakku ketakutan seperti itu  :(



Mama & Vira (2)

Satu saat Vira (2 tahun ) bilang : “Ma ayook kita punya adek lagi”
Saya : Punya ade lagi kan nggak gampang, sayang
Vira : Kan tinggal ambil di pasar tempat daging
Saya (tertawa, tapi lanjut ngelurusin) : kan mama ga punya uang untuk ambil ade
Vira : Kan bisa gesek
(dia selalu lihat mama kalo belanja di supermarket geseeeek kartu kredit terusss.. hahaha)

Yang dibayangkan Vira, bayi-bayi lucu berjejer di keramik-keramik los daging, tempat daging sapi di dipajang.

Hihihi... kebanyakan diajak kepasar nih anak.

Mama & Vira (1)

Di medsos terutama di group-group WA, baru-baru ini lagi menyebar cerita “cari pembantu”
Jadi inget bertahun-tahun lalu, saat Vira masih 5 tahun, baru bisa baca, semua tulisan di jalan dibaca.
Suatu saat kami lewat depan BCA, Vira narik-narik tangan saya “Mah yook ambil mbak disitu”.
Saya nengok ke arah yang ditunjuk Vira… “BCA Kantor Cabang Pembantu”.

Duh Dek, kamu benar itu kantor cabang pembantu, tapi bukan yayasan cari mbak… hahahha :)

Dulu (sebelum kami menemukan satu mbak yang namanya Runi, dan dia bekerja pada kami selama hampir 7 tahun), masalah saya selalu pada pembantu yang keluar masuk, jadi posisi kita sering boyongan ke rumah Ibu-ku. Tapi setelah anak-anak mulai sekolah sudah tidak mungkin lagi kita hidup nomaden begitu, mau nggak mau harus bertahan di rumah, ada atau tidak ada mbak. Yang jadi korban ya anak-anak, ga ada yang bantuin.

Balik lagi ke BCA kantor cabang pembantu… kira-kira yang ada di kepala Vira kecil seperti apa ya kondisi didalam kantor bank itu?
Mbak-mbak berjejer nunggu dijemput calon majikan?
Atau mbak-mbak lagi wira-wiri ngerjain tugas rumah tangga?
Nggak tau deh.. .

Yang musti diganti istilah “kantor cabang pembantu” atau istilah “pembantu” ?
Dua-duanya ga tepat sih menurut saya. Tapi ya sudahlah, masih syukur kita hidup di Indonesia, bagaimana kalau kita tinggal di Malaysia yang konon (tau bener apa nggak), ada istilah “pasukan bersetubuh dengan tanah” untuk prajurit yang merayap ditanah, “rumah sakit korban laki-laki” untuk rumah sakit bersalin.

Happy Thursday guyss