Tuesday, September 19, 2017

Fanatisme membabi-buta

Pagi ini, ketika langit timur menyemburat warna jingga, dan saya masih leyeh-leyeh di tempat tidur. Seperti biasa yang disamber pertama kali adalah HP. Cek-cek mana tau ada chatt atau info penting dari anak-anak saya yang tersebar dibelahan bumi sana.
Alhamdullilah, all good.

Masih cek-cek HP, iseng mampir ke akun gossip.
Wewww ada yang pada merong-merong, karena di salah satu postingan, ada caption yang dianggap ga pantas, dianggap menjelekkan artisnya.
Saya geleng-geleng kepala baca comment bala-bala salah satu artis dangdut disini,  kasar, hantam siapa saja yang dianggap menjelekkan junjungannya, istilahnya “senggol, bacok!”. ALAYY.
Padahal apa sih untungnya buat bala-bala tersebut? 
Apa ngefek kesuksesan artis tersebut bagi hidup mereka?

Lain lagi cerita anak-anak gahol yang demen nonton konser, terutama konser band idola mancanegera. 
Ga ngerti kenapa bisa sampe nangis-nangis ‘gitu ya?
Bagus ga kesurupan.
Ckckckc the kids jaman now…. ( hahaha... gue kebawa bahasa Alayy )

Lalu the kids jaman mbien kados pundi?
(baca : anak2 jaman dulu bagaimana?)

Hahahah .. saya masuk the kids jaman mbien. Jaman dimana saya menggilai gebukan drum Phil Collins, baik di Genesis maupun di solo karir. Saking sensitifnya ini kuping sama mainan perkusinya Phil Collins, dia main dimanapun, joint dengan musisi dan penyanyi manapun saya bisa tau ada gebukan drum Phil Collins disitu.
Itu mungkin alasannya saya bisa masuk 5 besar applicant untuk penyiar di 2 radio beken anak muda jaman itu. Salah satu test yang saya ingat, mereka memutarkan satu lagu Howard Jones “No one is to blame”, saya tidak menyebut penyanyinya, tapi saya menyebut siapa yang gebuk perkusi di lagu itu komplit…. hahahah Ncing Collins gueeee.

Hasil test penyiar itu saya gagal saat di test rekaman suara, apadaya suara saya (dulu) sember, 11-12 sama Doraemon, ga komersil untuk jadi penyiar, apalagi jadi pembawa acara pengibaran bendera pusaka (hahaha… ngawurrr).

Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara” 
Ini diucapkan dalam versi suara Doraemon gue…. Hahahahahhah.

Balik lagi ke idola, Ibu saya tau saya suka banget denger lagu-lagunya Genesis dan Phil Collins, pernah suatu waktu ibu bilang gini :
“diundang aja phil Collins-nya kerumah, nanti ibu sediain teh botol dari warung”
Hahahah Ibuuuuu bisa lucu jugaaaaa
Kalo jaman itu ada SUCA 3 (stand up comedy academy) udah saya daftarin 'kali.

Mendadak melow

Kangen Ibu


No comments:

Post a Comment