Friday, September 15, 2017

Obat itu namanya SEDEKAH (BPJS Kesehatan)

Saya baru saja bayar iuran BPJS Kesehatan mandiri kelas 1, untuk 1 Kartu Keluarga. Iuran tertunggak entah berapa lama, yang jelas saya bayar sekitar 3 juta rupiah (bayarnya sambil berlinangan air mata).

Kenapa banyak? Karena saya sempat ngambek ga mau bayar iuran karena pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan saat berobat ke klinik BPJS Kesehatan.

Saat anak saya, Karina, jatuh dari motor, dia datang sendiri ke Faskes tingkat 1 (klinik yang sudah dipilih) sambil menahan sakit, kemudian diminta rontgen kakinya, tapi harus bayar sekitar Rp 500.000an (kok bayar!!! arrrrrrgggghhh)
Kalo hitung-hitungan kepesertaan kami saat itu sudah berjalan kurang lebih setahun, saat itu iuran kelas 1 Rp 59.000, jadi artinya uang masuk sudah Rp 708.000,- per orang.
Pikir saya, tau ‘gitu daripada bayar iuran Rp 708.000,- mendingan buat berobat mandiri, ga sampe segitu sudah dilayani dengan baik.

Pengalaman lain, Vira saat sakit di rantau, ga sembuh-sembuh dikasih obat dari klinik BPJS Kesehatan, entah karena obatnya massal (mau sakit pilek, batuk, maag, panu, kutil, obat nya itu-ituuuuu aja), atau karena obat yang diberikan dosisnya ‘ga nendang’.
Maka dengan terpaksa, setelah 3 hari ga ada perubahan, saya minta Vira berobat ke rumah sakit swasta besar, bayar sendiri. Alhamdulilah berangsur sembuh. Obat yang dikasih bagus (hasil google jenis obat tsb).

Saya sendiri, Alhamdulilah ga pernah gunakan fasilitas BPJS Kesehatan, bukannya ga pernah sakit, tapi saya lebih suka langsung berobat ke dokter spesialis langsung, mengingat kalau harus ke klinik BPJS/Puskesmas, pagi buta saya harus ambil antrian untuk bisa berobat, sebab nomor antrian dibatasi, kalau siangan dikit, ga dapat nomor antrian, harus besoknya lagi .. (Busyeeeeettt ini batuk udah ngokrok, tenggorokan udah asin berdarah). Saya seringnya terserang radang tenggorokan, bisa 3 kali dalam setahun.

Biaya berobat jalan di cover kantor (reimburse 75% dari gaji), sedangkan biaya rawat inap saya lebih suka pakai fasilitas asuransi swasta lainnya + selisihnya reimburse kantor (lagi).
Jadi praktis, sampai sekian lama kami sekeluarga tidak pakai fasilitas BPJS Kesehatan kalo sakit, langsung berobat mandiri, bayar sendiri.
Itu alasannya saya menolak dan membangkang untuk bayar iuran BPJS Kesehatan.

Tapi belakangan ini saya merubah cara pandang saya. Saya berpikir dari segi keimanan saya sebagai muslim dalam menyikapi BPJS Kesehetan ini.
Saya berpikir, semua yang datang kepada saya, siapapun atau apapun bukanlah suatu kebetulan, melainkan sudah diatur Allah.  
Seperti bertahun lalu ketika saya tergerak untuk mendaftarkan seluruh keluarga sebagai peserta BPJS kesehatan mandiri, itu karena Allah yang menggerakkan hati saya untuk ikut daftar.
Ketika akhirnya saya membangkang untuk tidak mau bayar iuran, itu karena saya pake otak manusia saya yang selalu menghitung untung rugi, tanpa melihat sekitar.
Ketika sekarang ini saya kembali mau membayar tumpukan iuran + denda jutaan rupiah, itu juga karena hati saya digerakkan oleh Allah.

Saya merubah niat, bahwa saya membayar iuran bukan untuk keluarga saya, tapi untuk keluarga lain seluruh rakyat Indonesia yang memerlukan. Karena sesuai motto "Dengan bergotong royong semua tertolong", dengan begitu niatnya bersedekah, dengan niat bersedekah maka bayar iuran saya jadi lancar, karena niatnya semata untuk mendapat ridho Allah.
Dengan bersedekah inshaAllah saya sekeluarga terhindar dari penyakit, musibah dan bahaya. Dan pada akhirnya kami sekeluarga tidak perlu menggunakan fasilitas BPJS kesehatan, karena kami sekeluarga selalu sehat, InshaAllah. Aamiin.

Dibawah ini hadist-hadist Rasulullah yang berkaitan dengan sedekah :

"Obatilah orang-orang sakit diantara kalian dengan (mengeluarkan) sedekah dan bentengilah harta-harta kalian dengan (mengeluarkan) zakat, dan siapkanlah untuk (menangkal) bala dengan berdoa." (HR Baihaqi)

"Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah dan amar kakruf nahi munkar" (HR. Bukhari dan Muslim)

"Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah." (HR Al-Baihaqi)

"Jika seseorang ingin dihilangkan kesulitanya, diringankan bebannya, ditolong semua permasalahannya, dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita, dan lebih bermasalah. Sedekah adalah jalan terbaik untuk membantu orang lain." (HR. Ibnu Majah)

Saya belajar dari hadist-hadist tersebut, bahwa bersedekah sama dengan mencegah datangnya penyakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka kesimpulannya, obat yang paling mujarab sebenarnya adalah sesuatu yang bisa mencegah datangnya penyakit, obat itu namanya SEDEKAH.

Jum'at barokah
Happy Friday!


1 comment:

  1. Updated, kemarin sy berobat ke klinik BPJS, ternyata klinik yang saya pilih ada layanan jam 17:00 s/d 20:00. Ga harus antri ambil nomor dari pagi buta, tapi bisa datang langsung, karena layanan klinik sore tidak sepadat pagi hari.
    Alhamdulillah.. flu dan radang tertanggulangi.

    ReplyDelete