Thursday, March 29, 2018

SIM Keliling - Perpanjang SIM


Jadi ceritanya saya perpanjang SIM A yang akan habis masa berlakunya awal April 2018.

Sebelumnya sudah kebayang gimana rempongnya saya harus ke Samsat Kebon Nanas yang kalo dari rumah saya harus melewati Pasar Gembrong.
Pasar Gembrong tau 'ndiri macetnya aujubilleh, apalagi untuk ke Samsat harus datang pagi kalau mau dapat antrian duluan, yang artinya itu waktunya lalulintas sangat padat, karena barengan orang berangkat kerja arah Kuningan, Sudirman.
Samsat Kebon Nanas yang paling dekat terjangkau dari rumah saya, daripada ke lokasi SIM keliling area Jakarta Timur lainnya.

Modal kegalauan tersebut, saya google sana-sini, cari info bisakah perpanjang SIM di lokasi dekat kantor saya sajahhhh. Saya beberapa kali lihat mobil SIM keliling di sekitar Carefour Harapan Indah Bekasi. Lokasi ini lumayan deket ke tempat saya bekerja.
Dan perpanjang SIM sudah bisa lintas area, maksudnya SIM domisili Jakarta bisa diperpanjang di area Bekasi (dan kota lainnya).
Alhamdulillah…

Sesuai jadwal SIM keliling berada di lokasi dimaksud, maka kemarin saya datang kesitu. Tulis daftar hadir sesuai urutan kedatangan, taruh copy KTP dimeja yang disediakan. Saya datang jam 8:45 sudah nomor 73 (beuhhhh!). 
Ngobrol-ngobrol dengan applicant lain, ternyata dari subuh sudah pada datang, tulis kehadiran untuk dapat nomor antrian.
Ya sudahlah, antri saja, sebagai warga negara yang baik, patuh sesuai aturan, urut sesuai antrian.

Syaratnya yang harus dibawa :
  • SIM, asli dan 1 copy  
  • KTP, asli dan 2 copy
  • Biaya Rp 135.000,-

Sudah itu saja. Nanti dipanggil sesuai nomor urut, dikasih form, isi dan tanda tangan, kemudian masuk kedalam mobil untuk photo, sidik jari jempol dan tandatangan. 
Sekitar 10-15 menit saja.
Tapi ngantrinya tadi boooow…. bikin lecek penampilan, jadi harap maklum kalo setiap hasil photo SIM saya, selalu tidak memuaskan (masa iye minta petugas polisi yang moto, ngulang-ngulang potion saya).
Biarkanlahhhh photonya seperti ituuuh, SIM jarang dilihat, adanya didompet terus.

Ok segitu laporan hari ini
Selamat hari Kamis, besok libuuuurrrr… (paskah 30 Maret 2018)




Wednesday, March 21, 2018

Teman lama-kah?

Ada chatt wa masuk dari nomor ga dikenal :

“apa kabar mpok?”  (“Mpok” panggilan mbak dengan bahasa betawi)
“maaf, ini siapa?”
“siapa lagi temen lo yang manggil lo ‘mpok, selain gue”  

Hhmmm ini kayaknya si Koo Ping Hoo, Cina Jatinegara yang logatnya betawi kental. Beberapa waktu lalu dia ganti nomor, dan nomor yang lama sudah saya delete, jadi saya mengira ini Koo Ping Hoo pake nomor lama yang sudah saya delete.

Ya udahh saya terusin deh obrolan chattnya, toh saya lagi ga sibuk.

“iye, kenape?, kalo mau main tebak-tebakan lyric lagu ‘ntar ye, gue lagi males google”

Nah loh keceplosan deh nyebut google. Saya selalu menjawab dengan benar tebak-tebakan lyric lagu-nya, bukan karena saya selalu tau (buseet dah.. siapa juga yg masih 100% inget lyric lagu 80an), tapi saya main curang, search mbah google, dan kayaknya dia ga tau saya curang… wkwkwkw.. ketawa gaya pak Sait (tonirozim).

Sahabat saya ini dari jaman saya kuliah, meskipun dari sejak lulus dulu baru ketemu lagi satu kali saat reunian sekitar 3 tahun lalu, tapi dalam kurun waktu lulus kuliah sampe sekarang, ini anak yang paling lumayan rajin kontak meskipun kadang-kadang ngilang bisa sampe tahunan, entah kemana (dan saya juga ga nyari). Tiba-tiba muncul aja sambil kirim tex lyric lagu, sebaris doank, dan saya disuruh nebak! 
Hahahah… gokils emang.

Dulu saat kuliah, saya dan si Koo Ping Hoo ini  ga pernah ngebahas pelajaran, ngebahasnya kira-kira kayak gini :
Robert plan suaranya 8 oktaf, lo tau ga?
Angus young  masih di AC/DC ga ?

“kenape lo, mau gantiin gitaris AC/DC!”

Wkwkwk.. ga mutu banget pembicaraannya, tapi lumayan, ngilangin ngantuk di kelas saat itu.
Itu alasannya dia kadang-kadang chatt saya dengan tebak lyric lagu, mungkin itu caranya dia kirim kabar.
Tapi kali ini Koo Ping Hoo chatt tidak kasih tebakan lyric lagu, tapi ada hal lain yang dia sampaikan, yang bikin saya mikir lagi “benar kah ini Koo Ping Hoo ?”

Chatt nya :
“mpok, lo mau/bersedia/rela tolongin gue ga?”
“tergantung lo minta tolongnya apa, emang lo minta tolong apa?”
“gue beli barang online, tapi karena rumah gue masuk-masuk gang, jadi akan kesulitan kurirnya nanti kirim barang. Lo mau ga, bayarin online, trus barangnya dikirim ke alamat lo, nanti gue ambil pake kurir?’

saya : “NGGAK!”

WADUHHHHHH… sereeeemmmm Ini pasti bukan Koo Ping Hoo
Gimana kalo barangnya ternyata barang terlarang?
Kalau barang itu aman sampe tujuan, orang tersebut (yang semula saya pikir Koo Ping Hoo) bisa aman suruh orang ambil ke alamat saya.
Trus kalau barang tersebut terlacak barang terlarang, dan bukti diatas kertas : yang beli saya, dikirim ke alamat saya... SAYA GEMANAAAA?

Ini pasti bukan Koo Ping Hoo! BUKAN BUKAN BUKAN!!
Saya juga sih sotoy main yakin duluan dia teman saya.
Sebenernya bisa saja saya telpon langsung ke nomor tersebut, untuk mastiin bener ga itu suara teman saya. Tapi males ah, saya yakin ini bukan dia!  saya lebih baik mundur dari masalah! BLOCK!

Lain waktu saya akan pastikan telpon ke Koo Ping Hoo ke nomor dia yang sebenarnya, yg sudah di save di HP saya.

Sekian laporan saya hari ini.
Selamat hari Rabu




Friday, March 16, 2018

HUTANG


Sering merasa serba salah, dan akhirnya feeling guilty ketika menolak permintaan hutang dari orang-orang dekat.
Seseorang memberi hutang seringkali bukan karena uangnya berlebih, tapi lebih karena mendahulukan si penghutang dengan men-skip kebutuhan lain yang sudah di forecast-kan.
Ketika saya mendahulukan penghutang, pertimbangannya karena dia memerlukan mendesak.
Tapi ketika keadaannya terus-terusan mendesak, mau ga mau saya harus bisa bilang NO. Itu namanya never ending story

Begini adabnya Hutang piutang dalam Islam, yang saya ambil dari berbagai sumber :
  1. Ada perjanjian tertulis dan saksi yang dapat dipercaya.
  2. Pihak pemberi hutang tidak mendapat keuntungan apapun dari apa yang dipiutangkan.
  3. Pihak piutang sadar akan hutangnya, harus melunasi dengan cara yang baik (dengan harta atau benda yang sama halalnya) dan berniat untuk segera melunasi.
  4. Sebaiknya berhutang pada orang yang shaleh dan memiliki penghasilan yang halal.
  5. Berhutang hanya dalam keadaan terdesak atau darurat.
  6. Hutang piutang tidak disertai dengan jual beli.
  7. Memberitahukan kepada pihak pemberi hutang jika akan terlambat untuk melunasi hutang.
  8. Pihak piutang menggunakan harta yang dihutang dengan sebaik mungkin.
  9. Pihak piutang sadar akan hutangnya dan berniat untuk segera melunasi.
  10. Pihak pemberi hutang boleh memberikan penangguhan jika pihak piutang kesulitan melunasi hutangnya.

Bahaya, apabila point nomor 5 diabaikan, misal, karena pingin membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting, karena pingin pegang duit banyak, tapi uangnya dapat dari hutang sana-sini, akibatnya berhutang lagi untuk gali lubang tutup lubang. Yang seperti ini yang parah, karena dari awalnya sudah salah.

Hadist Riwayat HR.AL-Bukhari dibawah ini, tepat untuk kondisi si penghutang tsb :

“Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta 
dan berjanji, lantas memungkiri” (HR. AL-Bukhari)

Bener banget! Karena si penghutang jadi sering kasih alasan bohong untuk mendapatkan hutang berikutnya.
Kasihan, benar, tapi lebih kasihan lagi kalau kita kasih terus menerus, maka dia tidak akan belajar bagaimana caranya hidup menyesuaikan penghasilan, bukan lebih besar pasak daripada tiang.

Berhutang memang diperbolehkan, namun menghindarinya adalah lebih baik
Setiap rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, hanya tinggal bagaimana kita menjemput rezeki tersebut, terutama agar mendapatkannya dengan cara yang halal.
Jangan mudah tergiur dengan kemewahan sesaat, perbanyaklah berdzikir dan berdoa agar diberi rezeki yang halal dan berkah.
Jika memang sangat amat terpaksa untuk berhutang, maka itu lebih baik dilakukan daripada berbuat maksiat seperti mencuri. Tapi harus diingat, tujuan berhutang adalah murni untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara yang baik pula. Serta, harus diniatkan untuk segera melunasi hutang agar tidak menjadi penghalang di akhirat nanti.

"Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau membayarnya, maka dia akan bertemu Allah 
(pada hari kiamat) dalam status sebagai Pencuri." (HR Ibnu Majah)


---------------
kauyangberjanjikauyangmengingkari 

Friday, March 9, 2018

Dosa Jariyah

Sejak Kartika Putri berhijab, Alhamdulillah setidaknya banyak yang mulai melek apa itu dosa jariyah.
Sumber dosa jariyah banyak, tapi mbak cantik ini menjabarkan sesuai apa yg dirasakan dan dialaminya. Begitu juga saya, hanya akan menjabarkan apa yang yang saya lihat dan membuat saya resah.
Saya risih dan resah liat artis-artis muda Indonesia pamer poto “liburan bersama pacar” di Instagram. Jangan dipikir yang namanya liburan tersebut adalah piknik jalan-jalan ke Ancol, Taman Safari, apalagi Ragunan. Yang dimaksud liburan mereka adalah jauhhh melancong keluar negeri, layaknya suami  istri sedang honeymoon. Kemudian poto-poto kemesraan tersebut ditangkap dan disebarkan di account gossip, kemudian dilihat oleh ratusan ribu follower, yang sebagian besar usia muda dan gamang. Kira-kira yang dipikir netizen/follower tentang poto itu apa ya?
Mereka sebagian besar menganggap itu biasa saja, artinya liburan jauhhh (udah pasti nginap) berdua dengan yang bukan muhrim-nya, biasa saja.
Ketika saya masuk dengan comment yang berbeda, bahwa hal tersebut tidak baik, maka netizen follower account gossip tersebut rame-rame menyerbu saya, dengan kata-kata :

“kurang piknik ya? Mau banget diajak piknik”
“Jangan berpikiran kotor, belum tentu mereka satu kamar!”

COME ON… “belum tentu mereka satu kamar” wkwkwkwkw.. naif-naif banget ya netizen followernya account gossip tersebut.
Tapi taukah, bagaimana efeknya ‘poto liburan bersama pacar’ berdampak pada anak-anak muda, terutama teenager, yang dalam usia masih gamang?
Selama mereka tidak dibekali ilmu agama yang baik, mereka akan berpikir hal itu biasa, bukan dosa, bukan zinah ataupun maksiat dan bukan tidak mungkin mereka mengikuti apa yang dilakukan sang artis, walaupun tidak mungkin mereka mengikuti liburan ke Maldives, tapi mereka mencotoh perbuatan idolanya.

Taukah Anda bahwa hal yang dilakukan si artis kira-kira sama saja dengan mempelopori perbuatan maksiat.
Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya.

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang ini tidak mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan. Namun orang ini melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya atau menyebarkannya.
Itu namanya Dosa Jariyah!
Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada pelakunya, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.
Betapa menyedihkan, di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa bayangkan, penyesalan yang akan dialami manusia yang memiliki dosa jariyah ini.

(QS. an-Nahl: 25)
Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).

Mbak Karput cantik, terima kasih, akhirnya saya terinspirasi untuk meneruskan tulisan ini yang sudah lumayan lama nongkrong di computer saya. Semoga tulisan mbak di IG dan artikel ini menjadi Amalan Jariyah yang akan terus mengalir pahala-nya. Aamiin yaa Robbal Alamiin.

Jum'at barokah