Friday, March 9, 2018

Dosa Jariyah

Sejak Kartika Putri berhijab, Alhamdulillah setidaknya banyak yang mulai melek apa itu dosa jariyah.
Sumber dosa jariyah banyak, tapi mbak cantik ini menjabarkan sesuai apa yg dirasakan dan dialaminya. Begitu juga saya, hanya akan menjabarkan apa yang yang saya lihat dan membuat saya resah.
Saya risih dan resah liat artis-artis muda Indonesia pamer poto “liburan bersama pacar” di Instagram. Jangan dipikir yang namanya liburan tersebut adalah piknik jalan-jalan ke Ancol, Taman Safari, apalagi Ragunan. Yang dimaksud liburan mereka adalah jauhhh melancong keluar negeri, layaknya suami  istri sedang honeymoon. Kemudian poto-poto kemesraan tersebut ditangkap dan disebarkan di account gossip, kemudian dilihat oleh ratusan ribu follower, yang sebagian besar usia muda dan gamang. Kira-kira yang dipikir netizen/follower tentang poto itu apa ya?
Mereka sebagian besar menganggap itu biasa saja, artinya liburan jauhhh (udah pasti nginap) berdua dengan yang bukan muhrim-nya, biasa saja.
Ketika saya masuk dengan comment yang berbeda, bahwa hal tersebut tidak baik, maka netizen follower account gossip tersebut rame-rame menyerbu saya, dengan kata-kata :

“kurang piknik ya? Mau banget diajak piknik”
“Jangan berpikiran kotor, belum tentu mereka satu kamar!”

COME ON… “belum tentu mereka satu kamar” wkwkwkwkw.. naif-naif banget ya netizen followernya account gossip tersebut.
Tapi taukah, bagaimana efeknya ‘poto liburan bersama pacar’ berdampak pada anak-anak muda, terutama teenager, yang dalam usia masih gamang?
Selama mereka tidak dibekali ilmu agama yang baik, mereka akan berpikir hal itu biasa, bukan dosa, bukan zinah ataupun maksiat dan bukan tidak mungkin mereka mengikuti apa yang dilakukan sang artis, walaupun tidak mungkin mereka mengikuti liburan ke Maldives, tapi mereka mencotoh perbuatan idolanya.

Taukah Anda bahwa hal yang dilakukan si artis kira-kira sama saja dengan mempelopori perbuatan maksiat.
Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya.

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang ini tidak mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan. Namun orang ini melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya atau menyebarkannya.
Itu namanya Dosa Jariyah!
Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada pelakunya, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.
Betapa menyedihkan, di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa bayangkan, penyesalan yang akan dialami manusia yang memiliki dosa jariyah ini.

(QS. an-Nahl: 25)
Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).

Mbak Karput cantik, terima kasih, akhirnya saya terinspirasi untuk meneruskan tulisan ini yang sudah lumayan lama nongkrong di computer saya. Semoga tulisan mbak di IG dan artikel ini menjadi Amalan Jariyah yang akan terus mengalir pahala-nya. Aamiin yaa Robbal Alamiin.

Jum'at barokah

No comments:

Post a Comment