Thursday, April 19, 2018

SBMPTN - Kampus manapun, kamu punya peluang yang sama untuk sukses

Saya tertarik dengan tulisan Rizky Syaiful 2013 lalu, kurang lebih isinya begini :

Kuliah S1 cuma 4 tahun. Karir hidupmu bisa > 50
Dan, relatif, juga pada kebanyakan kasus, tidak terlalu signifikan, >50 tahun itu dipengaruhi oleh DIMANA 4 tahun itu.
Posisi di 4 tahun itu memang agak sedikit berpengaruh pada kondisi kamu di tahun ke 5
Tapi nasib kamu di tahun ke 6, sampai tahun >50, semua ada ditangan kamu, Kampus manapun, kamu punya peluang yang mendekati sama untuk sukses.

Sebagian besar anak SMA menginginkan kuliah di Universitas Negeri dan punya kampus idaman yang mati-matian diperjuangkan untuk dituju.
Hari pengumuman SNMPTN dan SBMPTN seolah menjadi hari keputusan masa depan mereka.
Saya selalu bilang ke anak-anak saya, tahun-tahun kalian duduk di bangku SMA itu adalah tahun-tahun yang menetukan masa depan kalian, mau kuliah dimana, mau jadi apa? Semuanya ditentukan saat kalian SMA. Kalau tahun-tahun SMA mu baik, kemungkinan besar bisa lolos ke kampus negeri idaman. Tapi kalau tahun-tahun SMA mu amburadul, sulit kamu bersaing dengan anak-anak SMA dari seluruh Indonesia.
Selain itu, Pintar saja tidak cukup, tapi kalian harus cerdas berstrategi, karena bersaing di SNMPT dan SBMPTN butuh strategi yang matang. Strategi dalam melihat peluang dan mengukur kemampuan diri sendiri, sehingga tidak salah pilih kampus dan program studi yang tidak sesuai dengan kemampuan diri sendiri.
SNMPTN sudah berlalu.
SBMPTN sudah didepan mata, ayoo belajar yang baik, perbaiki kwalitas diri, perbaiki hubungan dengan Tuhan yang mungkin selama ini agak ‘renggang’, mintalah kemudahan dan kesehatan dalam menghadapi ujian nanti dan yang paling penting, perbaiki hubungan dengan IBU mu, mintalah restu dari Ibumu atas pilihan program study-mu, apabila saat SNMPTN kemarin sempat bersitegang dengan Ibu mu karena perbedaan minat pilihan program study, mintalah maaf, jelaskan alasannya mengapa kamu memilih program study yang kamu pilih sekarang ini. Mungkin Ibumu tidak seluas kamu dalam mencari informasi, tapi percayalah, Ibumu hanya menginginkan yang terbaik untuk masa depanmu.

Kembali ke tulisan mas Rizky Syaiful diatas, apakah kamu paham Dek?
Point-nya, dimanapun kamu berkuliah (swasta ataupun negeri), semua sama-sama punya peluang sukses dimasa depan. Semuanya tergantung dirimu bagaimana mempertajam kamampuanmu ditahun berikutnya, yang pada akhirnya itulah yang menentukan kesuksesan kamu dimasa depan, bukan tergantung dari kampus mana kamu lulus.

Kemudian bagaimana dengan anak-anak yang kurang beruntung, tidak bisa kuliah?
Okay, kamu juga sama-sama punya peluang untuk sukses. Asalkan perbaiki kualitas diri, bekerja dari nol, ambil setiap peluang yang ada, dalam hal ini bila kamu mendapat pekerjaan apapun, ambil, asalkan halal, belajar hidup dari situ, hitung-hitung kamu mencuri start , dimana yang lain masih kuliah, kamu sudah bekerja. Lahap semua ilmu yg ada ditempat kamu bekerja. Jangan terpaku di satu tempat kerja, cari peluang untuk lompat ketempat yang lebih baik dan prospeknya baik. Ketika uangmu cukup, kamu bisa mendaftar di universitas terbuka atau universitas manapun yang memungkinkan kamu untuk bekerja sambil kuliah. 
4 tahun temanmu kuliah, 4 tahun kamu belajar hidup, dan bukan tidak mungkin kamu bisa menyalip mereka, asalkan kamu tekun, jujur dan sungguh-sungguh.
Allah menghargai setiap usaha dan jerih payah yang kita keluarkan. Hasil baik yang akan kamu dapat kelak, adalah penghargaan Allah atas usahamu tersebut.

Saya tulis ini berdasarkan pengalaman serta melihat kehidupan seorang teman yang berusaha dari nol sampai menjadi salah satu pimpinan di perusahaan PMA di Jakarta.

Semangat ya dek!
Siapapun kamu, kaya atau miskin, kamu berhak sukses!






Monday, April 16, 2018

Bule Gaul

Ini lho, saya warga asli Jakarta, tinggal di perumahan tempat saya tinggal ini sudah lumayan lama, tapi kok yao masih tidak dikenali tetangga, dibanding suami saya yang tinggal nomaden, antara Melbourne – Jakarta. 
Lebay sihhh... mbak Wikipedia bilang : A nomad is a member of a community of people who live in different locations, moving from one place to another in search of grasslands for their animals.

Cerita Ramadhan tahun lalu, saat saya Teraweh satu shaft dengan ibu-ibu komplek. Biasanya saya milih diluar, karena saat ceramah kadang-kadang saya bisa saving mata ngantuk (merem-merem ayam ‘bentar).
Kali ini saya berkesempatan masuk ke dalam, karena rombongan shaft diluar sudah tidak ada (kebiasaan Teraweh, makin mendekati lebaran, shaft makin maju).

“Nggak penah lihat Ibu sebelumnya”  tiba-tiba ibu-ibu sebelah menyapa saya

Saya : Oh iya bu, saya biasanya diluar sana 

(halllahhh cari alasan, emang jarang teraweh kannn? Hehehe.. biasanya pulang kerja, habis buka, saya langsung ngantukk)

Ibu sebelah : Tinggal disini ? 

(Maksudnya di komplek iniiii,  mosok tinggal di masjidddd..)

Saya : Iya

Ibu sebelah : Di blok apa? ga pernah lihat, ga ikut pengajian rutin ya?

Saya : Itu rumah saya Bu, di depan taman, kanannya bu Joko. Sebenernya pengen ikut pengajian, tapi jadwal-nya siang, saya kerja, jadi ga bisa, apalagi ikut arisan. 

Ibu sebelah : Sebelahnya bu Joko bukannya ditempatin Bule?

Makkk Grroommbbbyaaanggg! … sekate-kate nyebut-nyebut Bule 

Ibu sebelahnya lagi (ikut nimbrung) : dikontrak bule kan, rumah itu ?

Saya (pasang muka tetep cool) : Iya bu, saya juga tinggal disitu, nggak ngontrak, beli dari awal, dan yang ibu sebut 'bule' itu suami saya.

Ibu sebelah, sebelahnya, sebelahnya lagi (KICEP) : Maaf bu, Oh itu suami Ibu..  maaf lagi ya bu, abisnya  lebih sering lihat suami ibu disini (maksudnya di masjid). Ibu ga pernah keliatan.

Hwadooohhh NYINDIR tingkat dewa ini : saya jarang ke masjid.

Bener kan… suami saya lebih gaholl daripada saya?

Cerita lain, 
Didalam komplek ada Bank Mandiri, didepannya ada semacam kantin terbuka dan teduh, lumayan banyak yang dagang makanan di situ dan terkenal enak-enak. Ada yang jualan teh botol, jualan jus, mie Aseng, ketoprak, soto mie, bakpao, gorengan, ayam bakar, somay.. (Hhhaaallahh! jadi laper nyebutin makanan). 
Suatu hari saya jajan disitu, beli ketoprak. Sambil diulekin ketopraknya, ngobrol-ngobrol sama abangnya, dan kebiasaan saya, nyatetin nomor HP tukang dagang (maksudnya supaya bisa delivery – mager bangettt). 
Nih ya… saya punya nomor telpon tukang jualan makanan yang lewat, seperti tukang bubur ayam, tukang sate padang, jamu mbak Yatmi, tukang ketupat sayur (sebentar lagi saya punya nomor HP tukang SOL sepatu keliling.. wkwkwk)

Saya : Mas ada nomor HP nya nggak? 
Bisa pesen nggak? (saya buru-buru nambahin, takut abangnya GE-ER duluan.. hahahaha)

Abang ketoprak : Ada Bu, ini (kasih nomor HP). Bisa diantar kok, Ibu di blok apa?

Saya : Itu rumah saya disebelahnya bu Joko, depan taman

Abang ketoprak : Itu bukannya rumah pak Bule?

Eaaallaaaahhh, kejadian lagi, gue ga dikenali!

Saya : Ya itu suami saya.

Abang ketoprak, abang teh botol, abang mie aseng (ikut nimbrung) : Ooo Bapak kemana Bu? Biasanya abis Jum'atan sering ngobrol sama kita di halaman masjid sambil ngadem.

Sekali lageeee, saya kalah pamor dari suami saya.

Cerita lainnya, Suami saya kenal dengan ibu RT, karena kebetulan Ibu RT punya warung lumayan gede, dan suami saya sering mampir beli minuman sehabis gowes sepedaan, dan sering diajak ngobrol.
Oh iya saya ga asing-asing amat sih di lingkungan rumah, masih punya teman yang contactnya setahun sekali (hahaha..), karena Ibu ini partner saya dalam joint menyajikan makanan takjil buka puasa di masjid, namaya bu Nanang. Dan Ibu Nanang dan Ibu RT rupanya akrab bersahabat.
Suatu hari mereka berdua ngobrol, dan bermaksud kerumah untuk menyampaikan sesuatu.

Bu RT : Saya mau kerumah warga, yang rumahnya didepan taman itu, sebelahnya rumah bu Joko

(Bu joko kondang bangettt yaak, dari tadi disebut mulu)

Bu Nanang : Itukan rumahnya Ibu Eny

Bu RT : Bu Eny yang mana?? Itu rumahnya pak Dave Buuu, orangnya sering mampir sini beli minum

Akhirnya …
Kringggggg... HP saya bunyi 

Suara bu Nanang : Bu ada dirumah kan? Rumah ibu sebelah mananya rumah pak Dave ya ??

Hwuakakakkakakakkkk… sampe gebresss berulang-ulang neeehh!!