Saturday, September 23, 2017

Tertidur diantara dua tanduk setan


Ada dua waktu yang bila saya lakukan bisa membawa saya ke alam antah berantah, ghoib, yaitu tertidur diasaat matahari hampir terbit dan saat matahari hampir tenggelam.
Saat-saat itu langit menyemburat warna jingga.
Ketika tertidur setelah subuh, sangat sulit membuka mata. Hati dan otak bertekat untuk bangun, tapi mata terasa berat tidak bisa terbuka, seperti ada lakban yang menutupi mata ini.
Begitu juga apabila tertidur selepas Ashar menjelang magrib, bukan hanya sulit untuk bangkit, tapi juga akan terbawa suasana nggak enak, sedih nggak jelas dan bete sepanjang malam.
Sebaiknya segera bangkit sebelum langit menyemburat bewarna jingga.

Suatu saat ketika saya tertidur selepas subuh, dalam tidur yang sadar (karena saya berusaha bangun), saya mendengar suara-suara banyak orang saling mengobrol dengan bahasa jawa “kromo inggil”. Saya tidak bisa bahasa jawa halus tersebut, tapi anehnya saat itu saya mengerti apa saja yang mereka bicarakan. Pembicaraan-pembicaraan sehari-hari, seperti masyarakat pada umumnya.
Mereka seperti ada di lantai bawah rumah, diluar rumah, dijalan dan disekitar saya tidur. Rumah terasa ramai.
Ketika saya berhasil bangun, saya langsung bangkit, nggak mau nempel bantal lagi, saya menuruni tangga menuju lantai bawah, hening, tak ada apapun, bahkan suara nafas saya terpantul dalam ruangan.
Saya segera buka pintu lebar-lebar, angin sejuk segera menghembus wajah, wangi rumput dan kicauan burung membawa saya kembali ke alam yang sebenarnya.
Saya segera berbagi kehidupan dengan sekitar, memberi air pada tanaman, membiarkan burung-burung hinggap di rumput halaman rumah.
Dengan begitu kondisi kembali normal.

Suatu saat saya ketiduran menjelang magrib, saat langit menyemburat jingga menuju kelam. Saya terbawa kealam lainnya, saya berada dikampung halaman ketika saya masih kecil. Semua tidak ada yang berubah, jalan-jalan, rumah masa kecil saya, rumah-rumah tetangga, semua masih bentuk yang sama seperti dulu.
Saya berjalan dari ujung gang, melewati rumah-rumah tetangga masa lalu. Tetangga lama, Ibu Jaya dan Jaya (anaknya) menatap kearahku, diam tanpa reaksi.
Kemudian melewati rumah masa kecil, saya melihat ibu saya sedang menyapu depan rumah.

Saya sapa : “Bapak dimana Bu?”.  
Diam, hanya tatapan, tapi aku mengerti bahwa Ibu bilang, “Bapak ada didalam”.

Kemudian saja lanjut berjalan menyusuri gang, sampai pada rumah tetangga lainnya, saya melihat teman masa kecilku bersama Ibunya, mereka diam hanya menatap.
Suasana saat itu sangat mengharu biru perasaan, ada perasaan rindu semua itu, tapi saya tidak bisa masuk, sulit, seperti orang asing, seperti saya tidak bisa memiliki semua itu, padahal itu kampung masa kecilku bersama orang-orang masa lalu didalamnya.
Orang-orang yang saya temui dan hanya menatap itu, sebenarnya semuanya sudah meninggal dunia.
Saya segera bangkit dan menangis.
Kenapa di dua waktu tersebut sangat sensitive buat saya?
Saya google, dapat ini :
Dari Abi Hurairah r.a : “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ melarang dari mengerjakan solat selepas Asar sehingga terbenam matahari dan solat selepas Subuh sehingga terbit matahari.” (Hadist Riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Tirmizi,Imam Nasaie dan Imam Ahmad.)
Manakala hal tersebut dilarang, disebut dalam hadis Amru bin Abasah r.a, dalam sahih Muslim (no: 832), ringkasannya ialah:
Waktu terbit matahari : Karena matahari terbit antara dua tanduk syaithan, dan orang kafir sujud kepada matahari waktu itu.
Waktu tengahari : Ketika itu api neraka begelegak.
Waktu terbenam matahari : Ia terbenam antara dua tanduk syaithan, dan orang kafir sujud kepadanya waktu itu.

MasyaAllah, sholatpun dilarang diwaktu tersebut, apalagi tidur!

Audzubillah himinasyaitonirrajim...
Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yg terkutuk


Wednesday, September 20, 2017

Pengajuan paspor Antrian online


 Sudah tahukah Anda bahwa sekarang bikin passport baru / perpanjang passport di seluruh KANIM (kantor Imigrasi) di Jakarta (mungkin seluruh Indonesia), sudah tidak bisa Manual/Walk-in/ datang langsung?
Setelah sekian lama aplikasi passport online di web imigrasi.go.id tidak bisa dibuka, kemarin saya iseng-iseng coba buka, bisa.
Tapi alih-alih daftar online untuk perpanjang passport, saya pilih datang langsung ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur untuk perpanjang passport. Pertimbangan saya, karena book schedule secara online kelamaan,  karena schedule yang available baru ada 3 minggu kedepan, sekitar mid Oktober 2017.
DAN info pada web imigrasi.go.id masih menyebutkan 2 cara pengajuaan pembuatan passport, yaitu secara Manual/Walk-in/Datang Langsung dan secara Elektronik

1.       Manual/Walk-in/Datang Langsung
Bagi permohonan Paspor biasa yang diajukan secara manual , pemohon harus mengisi aplikasi data yang disediakan pada loket permohonan dan melampirkan dokumen kelengkapan persyaratan;
Pejabat Imigrasi yang ditunjuk memeriksa dokumen kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud pada poin 1;
Dokumen kelengkapan persyaratan yang telah dinyatakan lengkap, pejabat imigrasi yang ditunjuk memberikan tanda terima permohonan dan kode pembayaran;
Dalam hal dokumen kelengkapan persyaratan dinyatakan belum lengkap, pejabat imigrasi yang ditunjuk mengembalikan dokumen permohonan dan permohonan dianggap ditarik kembali.

2.       Elektronik
Bagi permohonan paspor biasa yang diajukan secara elektronik, pemohon harus mengisi aplikasi data yang tersedia pada laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi;
Dokumen kelengkapan persyaratan harus disertakan dengan cara memindai dokumen kelengkapan persyaratan dan dikirimkan melalui surat elektronik;
Pemohon yang telah mengisi aplikasi data sebagaimana dimaksud pada poin 1 memperoleh tanda terima permohonan dan harus dicetak sebagai tanda bukti permohonan;
Permohonan sebagaimana dimaksud pada poin 3 yang telah diperiksa dan memenuhi persyaratan diberikan kode pembayaran melalui pesan singkat dan surat elektronik.
Maka cuti pun saja ajukan, mumpung kerjaan lagi nggak padat.
Datanglah saya pagi ini ke kantor imigrasi dengan dokumen lengkap.
Sampe sana, tumben halaman parkir banyak kosong. Ada apakah?
Saya langsung menuju pintu bagian samping, ternyata banyak calon applicant kecewa.
Dapat info dari petugas ditempat : Per 18 Agustus 2017 sudah tidak bisa pengajuan passport yang datang langsung, semua harus berdasarkan schedule yang dipilih secara online.
Program bisa di akses lewat desktop, maupun HP android.
Lewat desktop bisa langsung ke https://antrian.imigrasi.go.id/
Buat account dan password, kalau sudah terdaftar bisa langsung isi nama yang mengajukan dan NIK, kemudian pilih tanggal available yang disediakan di situ.
Tidak perlu upload dokumen, cukup NAMA dan NIK.
Dengan android, download dari playstore :  Antrian Paspor.
Prosesnya sama dengan langkah diatas (desktop).

Karena prosedur sudah dirubah seperti itu, mau ga mau saya harus ikut, dan dapat jadwal 3 minggu dari sekarang, karena hanya itu jadwal yang available tercepat.
Karena masih jam 8:00 am, bisa langsung ke kantor, cabut form cuti.
Satpam kantor pun menatap saya aneh, tak bicara apa-apa.

”Heyy It's me!
Jangan kebanyakan nonton film Horror,
saya tidak jadi cuti”

Tuesday, September 19, 2017

Fanatisme membabi-buta

Pagi ini, ketika langit timur menyemburat warna jingga, dan saya masih leyeh-leyeh di tempat tidur. Seperti biasa yang disamber pertama kali adalah HP. Cek-cek mana tau ada chatt atau info penting dari anak-anak saya yang tersebar dibelahan bumi sana.
Alhamdullilah, all good.

Masih cek-cek HP, iseng mampir ke akun gossip.
Wewww ada yang pada merong-merong, karena di salah satu postingan, ada caption yang dianggap ga pantas, dianggap menjelekkan artisnya.
Saya geleng-geleng kepala baca comment bala-bala salah satu artis dangdut disini,  kasar, hantam siapa saja yang dianggap menjelekkan junjungannya, istilahnya “senggol, bacok!”. ALAYY.
Padahal apa sih untungnya buat bala-bala tersebut? 
Apa ngefek kesuksesan artis tersebut bagi hidup mereka?

Lain lagi cerita anak-anak gahol yang demen nonton konser, terutama konser band idola mancanegera. 
Ga ngerti kenapa bisa sampe nangis-nangis ‘gitu ya?
Bagus ga kesurupan.
Ckckckc the kids jaman now…. ( hahaha... gue kebawa bahasa Alayy )

Lalu the kids jaman mbien kados pundi?
(baca : anak2 jaman dulu bagaimana?)

Hahahah .. saya masuk the kids jaman mbien. Jaman dimana saya menggilai gebukan drum Phil Collins, baik di Genesis maupun di solo karir. Saking sensitifnya ini kuping sama mainan perkusinya Phil Collins, dia main dimanapun, joint dengan musisi dan penyanyi manapun saya bisa tau ada gebukan drum Phil Collins disitu.
Itu mungkin alasannya saya bisa masuk 5 besar applicant untuk penyiar di 2 radio beken anak muda jaman itu. Salah satu test yang saya ingat, mereka memutarkan satu lagu Howard Jones “No one is to blame”, saya tidak menyebut penyanyinya, tapi saya menyebut siapa yang gebuk perkusi di lagu itu komplit…. hahahah Ncing Collins gueeee.

Hasil test penyiar itu saya gagal saat di test rekaman suara, apadaya suara saya (dulu) sember, 11-12 sama Doraemon, ga komersil untuk jadi penyiar, apalagi jadi pembawa acara pengibaran bendera pusaka (hahaha… ngawurrr).

Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara” 
Ini diucapkan dalam versi suara Doraemon gue…. Hahahahahhah.

Balik lagi ke idola, Ibu saya tau saya suka banget denger lagu-lagunya Genesis dan Phil Collins, pernah suatu waktu ibu bilang gini :
“diundang aja phil Collins-nya kerumah, nanti ibu sediain teh botol dari warung”
Hahahah Ibuuuuu bisa lucu jugaaaaa
Kalo jaman itu ada SUCA 3 (stand up comedy academy) udah saya daftarin 'kali.

Mendadak melow

Kangen Ibu


Friday, September 15, 2017

Obat itu namanya SEDEKAH (BPJS Kesehatan)

Saya baru saja bayar iuran BPJS Kesehatan mandiri kelas 1, untuk 1 Kartu Keluarga. Iuran tertunggak entah berapa lama, yang jelas saya bayar sekitar 3 juta rupiah (bayarnya sambil berlinangan air mata).

Kenapa banyak? Karena saya sempat ngambek ga mau bayar iuran karena pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan saat berobat ke klinik BPJS Kesehatan.

Saat anak saya, Karina, jatuh dari motor, dia datang sendiri ke Faskes tingkat 1 (klinik yang sudah dipilih) sambil menahan sakit, kemudian diminta rontgen kakinya, tapi harus bayar sekitar Rp 500.000an (kok bayar!!! arrrrrrgggghhh)
Kalo hitung-hitungan kepesertaan kami saat itu sudah berjalan kurang lebih setahun, saat itu iuran kelas 1 Rp 59.000, jadi artinya uang masuk sudah Rp 708.000,- per orang.
Pikir saya, tau ‘gitu daripada bayar iuran Rp 708.000,- mendingan buat berobat mandiri, ga sampe segitu sudah dilayani dengan baik.

Pengalaman lain, Vira saat sakit di rantau, ga sembuh-sembuh dikasih obat dari klinik BPJS Kesehatan, entah karena obatnya massal (mau sakit pilek, batuk, maag, panu, kutil, obat nya itu-ituuuuu aja), atau karena obat yang diberikan dosisnya ‘ga nendang’.
Maka dengan terpaksa, setelah 3 hari ga ada perubahan, saya minta Vira berobat ke rumah sakit swasta besar, bayar sendiri. Alhamdulilah berangsur sembuh. Obat yang dikasih bagus (hasil google jenis obat tsb).

Saya sendiri, Alhamdulilah ga pernah gunakan fasilitas BPJS Kesehatan, bukannya ga pernah sakit, tapi saya lebih suka langsung berobat ke dokter spesialis langsung, mengingat kalau harus ke klinik BPJS/Puskesmas, pagi buta saya harus ambil antrian untuk bisa berobat, sebab nomor antrian dibatasi, kalau siangan dikit, ga dapat nomor antrian, harus besoknya lagi .. (Busyeeeeettt ini batuk udah ngokrok, tenggorokan udah asin berdarah). Saya seringnya terserang radang tenggorokan, bisa 3 kali dalam setahun.

Biaya berobat jalan di cover kantor (reimburse 75% dari gaji), sedangkan biaya rawat inap saya lebih suka pakai fasilitas asuransi swasta lainnya + selisihnya reimburse kantor (lagi).
Jadi praktis, sampai sekian lama kami sekeluarga tidak pakai fasilitas BPJS Kesehatan kalo sakit, langsung berobat mandiri, bayar sendiri.
Itu alasannya saya menolak dan membangkang untuk bayar iuran BPJS Kesehatan.

Tapi belakangan ini saya merubah cara pandang saya. Saya berpikir dari segi keimanan saya sebagai muslim dalam menyikapi BPJS Kesehetan ini.
Saya berpikir, semua yang datang kepada saya, siapapun atau apapun bukanlah suatu kebetulan, melainkan sudah diatur Allah.  
Seperti bertahun lalu ketika saya tergerak untuk mendaftarkan seluruh keluarga sebagai peserta BPJS kesehatan mandiri, itu karena Allah yang menggerakkan hati saya untuk ikut daftar.
Ketika akhirnya saya membangkang untuk tidak mau bayar iuran, itu karena saya pake otak manusia saya yang selalu menghitung untung rugi, tanpa melihat sekitar.
Ketika sekarang ini saya kembali mau membayar tumpukan iuran + denda jutaan rupiah, itu juga karena hati saya digerakkan oleh Allah.

Saya merubah niat, bahwa saya membayar iuran bukan untuk keluarga saya, tapi untuk keluarga lain seluruh rakyat Indonesia yang memerlukan. Karena sesuai motto "Dengan bergotong royong semua tertolong", dengan begitu niatnya bersedekah, dengan niat bersedekah maka bayar iuran saya jadi lancar, karena niatnya semata untuk mendapat ridho Allah.
Dengan bersedekah inshaAllah saya sekeluarga terhindar dari penyakit, musibah dan bahaya. Dan pada akhirnya kami sekeluarga tidak perlu menggunakan fasilitas BPJS kesehatan, karena kami sekeluarga selalu sehat, InshaAllah. Aamiin.

Dibawah ini hadist-hadist Rasulullah yang berkaitan dengan sedekah :

"Obatilah orang-orang sakit diantara kalian dengan (mengeluarkan) sedekah dan bentengilah harta-harta kalian dengan (mengeluarkan) zakat, dan siapkanlah untuk (menangkal) bala dengan berdoa." (HR Baihaqi)

"Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah dan amar kakruf nahi munkar" (HR. Bukhari dan Muslim)

"Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah." (HR Al-Baihaqi)

"Jika seseorang ingin dihilangkan kesulitanya, diringankan bebannya, ditolong semua permasalahannya, dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita, dan lebih bermasalah. Sedekah adalah jalan terbaik untuk membantu orang lain." (HR. Ibnu Majah)

Saya belajar dari hadist-hadist tersebut, bahwa bersedekah sama dengan mencegah datangnya penyakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka kesimpulannya, obat yang paling mujarab sebenarnya adalah sesuatu yang bisa mencegah datangnya penyakit, obat itu namanya SEDEKAH.

Jum'at barokah
Happy Friday!